HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Bandung Dorong Sektor Ritel Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Bandung Dorong Sektor Ritel Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan
Foto: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2026).

Pantau - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, mendorong penguatan sektor ritel sebagai salah satu penggerak pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan perluasan peluang usaha bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan sektor ritel memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.

Menurutnya, penguatan sektor tersebut diperlukan karena kontribusi penciptaan lapangan kerja dalam strategi penanganan kemiskinan di Kota Bandung masih relatif rendah.

“Kita memiliki peluang cukup besar untuk bisa menjadikan ritel sebagai salah satu motor penggerak karena kontribusi produk-produk yang dijual di ritel itu sampai mencapai angka 26,1 persen,” kata Farhan di Bandung, Minggu (8/11/2026).

Farhan menilai besarnya kontribusi sektor ritel menunjukkan peluang pengembangan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan.

Sektor Ritel Berperan dalam Distribusi Kebutuhan Masyarakat

Farhan menjelaskan sektor ritel merupakan bagian penting dari ekosistem perekonomian karena menghubungkan produsen dengan konsumen.

Keberadaan jaringan perdagangan tersebut membantu masyarakat memperoleh berbagai produk yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tahu tanpa bisnis ritel maka akses konsumen terhadap produk-produk sehari-hari itu enggak bisa didapatkan,” ujarnya.

Menurutnya, jaringan ritel juga memiliki peran dalam menjaga kelancaran distribusi barang hingga ke tingkat konsumen.

Ketersediaan produk yang terjaga dan distribusi yang efisien dinilai turut mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.

Karena itu, penguatan sektor ritel tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perdagangan, tetapi juga dengan keberlangsungan rantai pasok dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Pertumbuhan Ekonomi Bandung Capai 5,78 Persen

Farhan menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 5,78 persen.

Sementara itu, kontribusi produk-produk yang dipasarkan melalui sektor ritel mencapai 26,1 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam mendorong sektor perdagangan sebagai penggerak perekonomian.

Pemkot Bandung juga melihat peluang untuk memperluas pemasaran produk lokal melalui jaringan ritel yang telah berkembang.

Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kuliner termasuk sektor yang diharapkan memperoleh manfaat dari penguatan jaringan perdagangan tersebut.

Menurut Farhan, pengembangan produk unggulan daerah perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sektor ritel.

Pemkot Dorong Kolaborasi Ritel dan UMKM

Farhan menekankan pentingnya keberlanjutan rantai pasok untuk menjaga daya saing produk yang dipasarkan.

Kepastian ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan pelaku usaha.

Selain itu, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga juga diperlukan agar kegiatan perdagangan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemkot Bandung mendorong penguatan hubungan antara jaringan perdagangan, produsen, dan pelaku UMKM untuk memperluas kesempatan usaha.

“Melalui penguatan ekosistem ritel, Pemkot Bandung mendorong terciptanya hubungan yang saling mendukung antara jaringan perdagangan, produsen, dan pelaku UMKM,” katanya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap sektor ritel dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026