HOME  ⁄  Nasional

Produksi Padi Kuningan Capai 343 Ribu Ton, Pemkab Kejar Target 396 Ribu Ton pada 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Produksi Padi Kuningan Capai 343 Ribu Ton, Pemkab Kejar Target 396 Ribu Ton pada 2026
Foto: Tanam padi serentak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pantau - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat produksi padi mencapai 343.069 ton hingga September 2026 dan masih berupaya mengejar capaian tahun sebelumnya sebesar 396.388 ton.

Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan pemerintah daerah masih memiliki kesempatan hingga Desember 2026 untuk menambah produksi sekitar 53.319 ton.

Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan penanaman pada sisa tahun ini meskipun sektor pertanian menghadapi kendala akibat musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau melihat data, kita masih punya waktu tiga bulan. Kekurangan luas tanam sekitar 2.100 hektare, insyaallah bisa tercapai," kata Wahyu di Kuningan, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, peningkatan luas tanam menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan capaian produksi padi Kabupaten Kuningan.

Luas Tanam Padi Capai 62.077 Hektare

Berdasarkan pencatatan Diskatan Kuningan, luas tanam padi hingga Oktober 2026 mencapai 62.077 hektare.

Angka tersebut masih berada di bawah capaian periode sebelumnya yang mencapai 64.185 hektare.

Sementara itu, luas panen pada periode berjalan tercatat sebesar 55.923 hektare.

Sebagai perbandingan, realisasi luas panen pada musim tanam 2025 mencapai 64.188 hektare.

Wahyu menilai kesempatan penanaman hingga akhir tahun masih dapat dimanfaatkan untuk mengejar kekurangan produksi.

Pemerintah daerah juga berupaya mempertahankan posisi Kabupaten Kuningan sebagai salah satu wilayah penghasil beras dengan produksi yang melebihi kebutuhan daerah.

Sebelumnya, Kabupaten Kuningan berhasil mencatat surplus beras sebesar 119.933 ton.

Diskatan berharap kondisi surplus tersebut dapat dipertahankan melalui peningkatan aktivitas penanaman dan pemanfaatan lahan pertanian.

Kemarau Panjang Hambat Frekuensi Tanam

Wahyu mengakui musim kemarau yang berlangsung lebih panjang memengaruhi frekuensi penanaman padi di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan.

Kondisi tersebut terutama dirasakan di kawasan pertanian yang sebenarnya memiliki potensi sumber air untuk mendukung tiga kali musim tanam dalam setahun.

"Sejumlah wilayah sebenarnya bisa tiga kali tanam dalam setahun, tetapi karena kemarau panjang, sebagian hanya mampu melaksanakan sekitar dua setengah kali musim tanam," ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberlanjutan kegiatan pertanian.

Kondisi jaringan irigasi juga berpengaruh terhadap kemampuan petani dalam melaksanakan penanaman secara berkelanjutan.

Karena itu, pengelolaan sumber air dan dukungan infrastruktur pertanian menjadi perhatian dalam upaya mengejar target produksi.

Diskatan Usulkan Bantuan Traktor dan Mesin Perontok

Selain persoalan ketersediaan air, Diskatan Kuningan menghadapi keterbatasan alat dan mesin pertanian.

Wahyu menjelaskan sebagian petani masih harus menggunakan traktor secara bergantian ketika melakukan pengolahan lahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam mempercepat kegiatan penanaman.

Diskatan Kuningan mengusulkan bantuan traktor roda dua karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik lahan pertanian di wilayah tersebut dibandingkan traktor roda empat.

"Kami juga membutuhkan power thresher karena tenaga kerja pertanian sekarang mulai berkurang," kata Wahyu.

Mesin perontok padi tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan panen di tengah berkurangnya ketersediaan tenaga kerja pertanian.

Program Optimalisasi Lahan Dukung Produksi

Kabupaten Kuningan juga memperoleh dukungan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian.

Pada 2025, daerah tersebut mendapatkan program Oplah seluas 2.236 hektare.

Dukungan itu berlanjut pada 2026 dengan tambahan program optimalisasi lahan seluas 725 hektare.

Wahyu berharap program tersebut dapat mendukung peningkatan aktivitas pertanian sekaligus membantu pemerintah daerah mengejar target produksi.

"Kami berharap percepatan penanaman pada sisa tahun ini dapat membantu mengejar target produksi sekaligus menjaga posisi Kuningan sebagai salah satu daerah surplus beras," ucap dia.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026