
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar membeli telur dari peternak sesuai harga acuan pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi peternak rakyat.
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.
“Nanti kami akan menyampaikan bahwa program MBG atau SPPG juga diharapkan dapat menyerap telur dari koperasi maupun peternakan, tentunya dengan harga yang sesuai dengan ketentuan yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri Pertanian,” kata Nurman di Bandung, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, pembelian telur oleh SPPG perlu dilakukan dengan memperhatikan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Bulog juga mendorong agar pembelian dilakukan secara langsung dari peternak kepada SPPG sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga harga di tingkat produsen sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak ayam petelur.
Bulog Salurkan 60 Ton Jagung SPHP di Enam Kabupaten
Selain mendorong penyerapan telur, Bulog Jawa Barat menyalurkan 60 ton jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Penyaluran tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak ayam petelur skala mikro di Jawa Barat.
Nurman menjelaskan jagung merupakan salah satu bahan pakan yang berpengaruh terhadap biaya produksi peternakan ayam petelur.
Karena itu, penyaluran jagung SPHP diharapkan dapat membantu peternak menekan pengeluaran untuk kebutuhan pakan.
“Di wilayah Kanwil Bulog Jawa Barat, kegiatan dilaksanakan di enam lokasi, termasuk di Bandung. Total penyaluran jagung SPHP hari ini mencapai 60 ton untuk enam kabupaten,” ujarnya.
Bulog menetapkan harga jual jagung SPHP kepada koperasi sebesar Rp5.000 per kilogram.
Koperasi selanjutnya diperbolehkan menjual jagung tersebut kepada peternak dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram.
Realisasi Penyaluran Jagung Capai 1.100 Ton
Nurman menyampaikan bahwa penyaluran jagung SPHP di Jawa Barat telah berlangsung secara bertahap.
“Hingga saat ini, realisasi penyaluran jagung SPHP di Jawa Barat telah mencapai sekitar 1.100 ton,” katanya.
Penyaluran jagung dilakukan melalui mekanisme pendataan penerima agar bantuan pasokan dapat menjangkau peternak yang telah ditetapkan.
Calon penerima terlebih dahulu didata oleh dinas terkait sebelum informasinya diteruskan kepada pemerintah provinsi dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Berdasarkan data tersebut, Bapanas kemudian memberikan penugasan kepada Bulog untuk menyalurkan jagung sesuai alokasi yang telah ditentukan.
Penugasan mencakup jumlah jagung yang disalurkan serta identitas koperasi dan peternak penerima.
“Bulog menerima penugasan berdasarkan jumlah tonase, nama koperasi, dan nama peternak. Seluruh penerima sudah terdata berdasarkan nama dan alamat,” katanya.
Melalui pengaturan harga pembelian telur dan penyaluran jagung SPHP, Bulog Jawa Barat berupaya mendukung stabilitas harga sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak ayam petelur rakyat.
- Penulis :
- Gerry Eka




