
Pantau - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas di Jawa Barat turun sebesar 91 persen hingga hari ketiga Operasi Ketupat 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Agus Suryonugroho menyampaikan hal tersebut setelah meninjau Posko Terpadu Operasi Ketupat Polda Jawa Barat di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek.
“Indikator daripada fatalitas korban ada penurunan dari tahun yang lalu, sampai 91 persen. Dari tahun yang lalu 26 orang sudah meninggal, sekarang baru satu,” kata Agus Suryonugroho.
Secara nasional tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan.
Penurunan tingkat fatalitas secara nasional mencapai sekitar 45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ia menyampaikan kondisi lalu lintas hingga saat ini relatif tertib dan terkendali.
“Moga-moga ini awal daripada keberhasilan Operasi Ketupat karena semuanya stakeholder, negara hadir memastikan bahwa rangkaian kegiatan Bulan Suci Ramadhan, Idul Fitri, termasuk perayaan Nyepi dan hiruk pikuknya, Operasi Ketupat ini bisa terkendali,” ujarnya.
Polisi Siapkan Contraflow dan One Way
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Kepolisian telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Rekayasa lalu lintas tersebut meliputi sistem contraflow.
Selain itu juga disiapkan penerapan sistem one way di jalur tertentu.
Polda Jabar Pastikan Keamanan Selama Operasi Ketupat
Dalam kesempatan yang sama Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar menyampaikan kesiapan Polda Jawa Barat dalam mengamankan Operasi Ketupat 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat telah dilakukan sebelum operasi dimulai.
“Manajemen pengelolaan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas ini sudah kita lakukan sebelum operasi ini berlangsung, mulai dengan operasi keselamatan lalu lintas dalam rangka memberikan edukasi keselamatan lalu lintas kepada masyarakat,” ujarnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman di wilayah Jawa Barat.
Hal tersebut berlaku bagi masyarakat yang melintas di Jawa Barat.
Selain itu juga untuk masyarakat yang memiliki tujuan perjalanan ke wilayah Jawa Barat.
Upaya pengamanan tersebut juga memastikan masyarakat dapat kembali meninggalkan wilayah Jawa Barat dengan aman setelah perjalanan selesai.
- Penulis :
- Gerry Eka








