HOME  ⁄  News

MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan, Lebih dari 900 Kasus Suspek Dilaporkan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan, Lebih dari 900 Kasus Suspek Dilaporkan
Foto: (Sumber: Polisi Kongo berjaga di pusat perawatan Ebola yang terbakar di Rumah Sakit Umum Rwampara, pinggiran Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). /ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar.)

Pantau - Organisasi kemanusiaan internasional Médecins Sans Frontières (MSF) menyatakan wabah Ebola di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan seiring cepatnya penyebaran penyakit dan meningkatnya jumlah kasus suspek serta kematian.

Pernyataan tersebut disampaikan Alan Gonzalez pada Sabtu, 30 Mei 2026, dua pekan setelah pengumuman wabah Ebola di Provinsi Ituri.

Alan Gonzalez mengatakan, "Dua pekan menyusul pengumuman wabah penyakit Ebola di Provinsi Ituri, situasinya sangat mengkhawatirkan dan menjadi sumber kecemasan yang nyata bagi masyarakat dan petugas kesehatan garis depan."

Menurut MSF, kecepatan penyebaran Ebola kali ini belum pernah terjadi sebelumnya sehingga petugas kesehatan di lapangan kesulitan mengimbangi laju penularan penyakit tersebut.

Kasus-kasus baru dilaporkan terus bermunculan setiap hari di tengah keterbatasan kapasitas penanganan yang tersedia.

Petugas Kesehatan Kesulitan Mengimbangi Penyebaran

MSF menyoroti lambatnya proses pemeriksaan laboratorium yang menjadi salah satu tantangan utama dalam respons terhadap wabah saat ini.

Kondisi tersebut menyebabkan diagnosis tidak dapat dilakukan secara cepat sehingga upaya pelacakan dan pengendalian kasus menjadi lebih sulit.

MSF menilai kapasitas pemeriksaan harus segera ditingkatkan agar wabah setidaknya dapat dikendalikan sebagian dan penanganan pasien dapat dilakukan lebih efektif.

Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan kunjungan tingkat tinggi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, ke wilayah Ituri.

WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Internasional

WHO telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Data yang disampaikan dalam laporan menunjukkan lebih dari 900 kasus suspek Ebola telah dilaporkan di Republik Demokratik Kongo.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 223 kematian diduga berkaitan dengan Ebola.

Angka tersebut menunjukkan tingkat keparahan wabah yang terus meningkat dalam waktu singkat.

Sebelumnya, wabah Ebola terdahulu di Republik Demokratik Kongo dinyatakan berakhir pada Oktober 2025.

Kemunculan kembali wabah tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kapasitas sistem kesehatan serta risiko penyebaran lintas wilayah dan lintas negara.

Penulis :
Gerry Eka