
Pantau - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 bertambah menjadi 4.333 orang, sementara 16.740 orang mengalami luka-luka dan 6.462 orang berhasil diselamatkan, menurut Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Sabtu (11/7).
Pemerintah Venezuela juga telah mendirikan 94 kamp penampungan sementara yang menampung lebih dari 18.000 warga terdampak gempa.
Pemerintah Percepat Penanganan Korban
Jorge Rodriguez mengatakan sekitar 30.000 sukarelawan telah mendaftarkan diri untuk membantu para korban selama fase kritis bencana.
Pemerintah berencana melibatkan para sukarelawan dalam proses pembangunan serta perbaikan rumah bagi warga terdampak.
Selain itu, pemerintah meluncurkan Registrasi Perumahan Terpadu yang berfungsi sebagai sensus korban terdampak sekaligus basis data penyaluran bantuan keuangan kepada masyarakat.
Pemerintah menilai langkah cepat diperlukan untuk menyediakan hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal secara permanen serta memperbaiki rumah-rumah yang mengalami kerusakan sebagian.
Pemerintah juga berencana membangun kamp penampungan yang dilengkapi hunian transisi bagi setiap keluarga.
Jorge Rodriguez mengatakan hunian tersebut disiapkan "sambil menunggu rumah permanen dibangun."
Reformasi Kebijakan Perumahan dan Upaya Pencairan Aset
Majelis Nasional Venezuela akan melanjutkan reformasi undang-undang penyewaan sebagai bagian dari upaya membantu pemulihan pascagempa.
Selain itu, pemerintah akan mendorong sistem kredit dan subsidi untuk membantu keluarga terdampak membeli rumah.
Terkait dana Venezuela yang dibekukan di luar negeri akibat sanksi ekonomi Amerika Serikat dan sejumlah negara lain, Jorge Rodriguez mengatakan Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah mengirim surat kepada berbagai pemerintah asing.
Surat tersebut berisi permintaan agar aset-aset Venezuela yang dibekukan di luar negeri dapat dicairkan untuk mendukung penanganan dampak gempa.
- Penulis :
- Gerry Eka





