
Pantau - Whitesky Group memandang China sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri penerbangan Indonesia setelah perusahaan teknologi penerbangan Volant memperoleh letter of intent (LoI) untuk pengadaan 60 unit pesawat electric vertical takeoff and landing (eVTOL) VE25-100 dari operator penerbangan asal Indonesia tersebut di Shanghai.
Kerja Sama Perluas Ekosistem Mobilitas Udara
Volant menyatakan kerja sama dengan Whitesky Group menjadi langkah strategis untuk memperluas kehadirannya di pasar Asia Tenggara setelah sebelumnya menjalin kemitraan di Thailand.
Perusahaan tersebut juga menyebut akan terus mengembangkan produknya agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap negara di kawasan sehingga mampu menghadirkan solusi mobilitas udara yang relevan bagi para pengguna.
CEO sekaligus pendiri Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengungkapkan, "eVTOL buatan China mewakili kemajuan teknologi yang berpotensi mendukung transformasi layanan mobilitas udara di Indonesia."
Denon menjelaskan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan solusi transportasi udara yang efisien, aman, dan inklusif untuk meningkatkan konektivitas antardaerah.
Ia menambahkan kehadiran eVTOL VE25-100 diharapkan menjadi salah satu solusi inovatif dalam mendukung pengembangan ekosistem mobilitas udara masa depan di Tanah Air.
Regulasi Diperkuat untuk Mendukung Implementasi eVTOL
Indonesia terus memperkuat regulasi dan ekosistem pendukung guna mendorong implementasi layanan eVTOL secara komersial.
Pelaku industri meyakini kolaborasi antara Indonesia dan China akan mempercepat pengembangan ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy), mendorong inovasi teknologi, serta memperkuat kerja sama regional di ASEAN dalam membangun ekosistem mobilitas udara yang modern dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka





