HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Kemajuan Teknologi China Dinilai Membuka Peluang Transformasi Digital bagi Negara Berkembang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemajuan Teknologi China Dinilai Membuka Peluang Transformasi Digital bagi Negara Berkembang
Foto: Suasana tempat berlangsungnya Konferensi AI Dunia 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global di Shanghai, China, pada 20 Juli 2026.

Pantau - Kemajuan pesat China di bidang sains dan teknologi dinilai membuka peluang baru bagi negara-negara berkembang untuk mempercepat transformasi digital, memperkuat kapasitas riset, dan mendorong pembangunan berkelanjutan, menurut pakar ekonomi digital asal Mesir Abdel-Wahab Ghoneim.

Inovasi China Jadi Acuan Negara Berkembang

Abdel-Wahab Ghoneim mengatakan China kini telah menjadi salah satu pusat inovasi global dengan kemajuan signifikan di bidang teknologi pintar dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"China benar-benar telah menjadi tonggak penting inovasi global saat ini. Sebagian besar penelitian ilmiah serius saat ini berasal dari China, terutama di bidang teknologi pintar dan penerapan kecerdasan buatan (AI)," ungkap Ghoneim.

Ia menjelaskan kemajuan tersebut didorong oleh keterhubungan antara penelitian dan industri, pengembangan teknologi canggih seperti AI, komputasi, serta cip, ditambah dukungan pemerintah terhadap riset, manufaktur, dan investasi.

Menurutnya, penguatan pendidikan teknologi, pembaruan regulasi, dan penyederhanaan administrasi juga menjadi pelajaran penting bagi negara berkembang, termasuk Mesir.

Kerja Sama Teknologi Terus Diperkuat

Ghoneim menilai penghargaan kepada pakar baterai litium Chen Liquan menunjukkan pentingnya teknologi penyimpanan energi dalam mendukung kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan energi terbarukan.

"Memberikan penghargaan kepada seorang pakar baterai litium menyampaikan pesan yang sangat penting," ujarnya.

Ia juga mendorong Mesir menarik investasi perusahaan teknologi China, khususnya di sektor cip elektronik, semikonduktor, panel surya, dan industri berteknologi tinggi dengan memanfaatkan sumber daya mineral yang dimiliki negara tersebut.

"Penting untuk menarik perusahaan-perusahaan China yang memproduksi cip elektronik dan bergerak di industri maju lainnya untuk mendirikan pabrik di Mesir, sembari menawarkan insentif terbaik kepada mereka," katanya.

Ghoneim turut menyoroti sejumlah kerja sama yang telah berjalan antara Mesir dan China, termasuk pembangunan pusat data, pengembangan teknologi 5G bersama Huawei, serta Zona Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan TEDA Suez China-Mesir.

"Ini merupakan proyek-proyek besar yang mencerminkan keyakinan Mesir terhadap teknologi China," ungkapnya.

Ia menambahkan peluncuran World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dalam World AI Conference 2026 beserta komitmen menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan AI bagi negara berkembang menunjukkan semakin besarnya peran China sebagai mitra pembangunan teknologi global.

"China bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam menempuh jalur pembangunan berdasarkan prinsip saling menguntungkan," tuturnya.

Penulis :
Gerry Eka