
Pantau - Australia mengonfirmasi kasus pertama flu burung pada mamalia setelah seekor anjing laut berbulu hidung panjang yang ditemukan di Beachport, South Australia, dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut pada Minggu (23/8/2026).
Menteri Pertanian Federal Australia Julie Collins mengatakan anjing laut tersebut ditemukan di Beachport, sekitar 300 kilometer di selatan Adelaide.
"Meskipun ini merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan, tidaklah mengherankan jika kita mulai melihat infeksi pada satwa liar lainnya, khususnya pada mamalia laut, terutama di wilayah dengan tingkat infeksi tinggi pada burung liar," ujar Collins.
Infeksi pada anjing laut itu diperkirakan terjadi akibat paparan terhadap burung liar yang terinfeksi atau lingkungan yang sama.
Temuan tersebut sejauh ini tidak menunjukkan keterkaitan dengan kasus mamalia laut lain yang sakit atau mati.
Australia Catat 298 Kasus Positif Flu Burung H5
Australia telah mencatat 298 kasus positif flu burung H5 sejak wabah bermula dengan 194 kasus di antaranya ditemukan di South Australia.
Pemerintah memastikan sejauh ini belum ditemukan bukti bahwa virus tersebut telah menginfeksi sistem peternakan unggas maupun sektor pertanian Australia.
"Pada tahap ini, tidak ada bukti adanya infeksi pada sistem peternakan unggas atau pertanian kita," kata Collins.
Menteri Lingkungan Hidup South Australia Emily Bourke mengatakan wilayahnya mencatat "jumlah temuan yang sangat tinggi" sehingga munculnya kasus pada anjing laut telah diantisipasi sebelumnya.
Bourke menyatakan "tidak ada obat" atau cara untuk menghentikan flu burung, sementara pemerintah daerah terus bekerja sama dengan pemerintah federal melalui program vaksinasi nasional.
Pemilik Anjing dan Kucing Diminta Waspada
Pemerintah South Australia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko hewan peliharaan terpapar lingkungan atau satwa liar yang terinfeksi.
Pemilik anjing diminta menjaga hewannya tetap menggunakan tali penuntun saat berada di luar rumah.
Pemilik kucing juga diimbau memelihara hewannya di dalam ruangan untuk membatasi kemungkinan paparan.
- Penulis :
- Gerry Eka



