HOME  ⁄  News

Survei Menunjukkan 67 Persen Warga Jerman Menilai Pengaruh Politik AS Semakin Meningkat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Survei Menunjukkan 67 Persen Warga Jerman Menilai Pengaruh Politik AS Semakin Meningkat
Foto: Arsip foto - Seorang peserta mengendarai mobil Trabant (oleh mantan produsen mobil Jerman Timur VEB Sachsenring Automobilwerke Zwickau) selama acara kampanye pemilu partai sayap kanan Jauh Alternative for Germany (AfD) dan juga ikut dalam perjalanan motor dan moped di Oranienbaum, Jerman timur, Minggu (28/6/2026).

Pantau - Mayoritas warga Jerman menilai peristiwa politik di Amerika Serikat semakin memengaruhi negaranya, dengan 67 persen responden menyatakan pengaruh politik Washington terhadap Jerman terus meningkat.

Temuan tersebut berdasarkan survei lembaga jajak pendapat Forsa untuk majalah Internationale Politik yang dilakukan pada 14 Agustus 2026 terhadap 1.004 responden.

Survei menunjukkan hanya 18 persen responden menilai pengaruh politik AS terhadap Jerman tidak berubah, sedangkan 11 persen lainnya menganggap pengaruh Washington justru menurun.

Pengaruh AS Dinilai Lebih Kuat di Jerman Timur

Berdasarkan analisis regional, sebanyak 78 persen warga di wilayah timur Jerman menilai pengaruh politik AS semakin meningkat.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan wilayah barat Jerman, tempat 65 persen responden menyampaikan pandangan serupa.

Perbedaan hasil survei tersebut menunjukkan persepsi mengenai pengaruh politik Amerika Serikat lebih kuat di kalangan responden yang tinggal di wilayah timur Jerman.

Kebijakan Donald Trump Menjadi Sorotan

Para pakar mengaitkan pandangan masyarakat Jerman tersebut dengan masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kebijakan pemerintahan Trump dalam bidang keamanan, perdagangan, dan pertahanan dinilai secara langsung memengaruhi sejumlah kepentingan utama Berlin.

Survei tersebut menggambarkan besarnya perhatian masyarakat Jerman terhadap perkembangan politik Amerika Serikat dan dampaknya terhadap kebijakan negaranya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026