HOME  ⁄  News

Penipuan Daring Menekan Pariwisata Kamboja, Kunjungan Wisatawan Anjlok 46 Persen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Penipuan Daring Menekan Pariwisata Kamboja, Kunjungan Wisatawan Anjlok 46 Persen
Foto: Proses pemugaran balustrade naga bagian barat kuil ikonik Angkor Wat di Seam Riep, Kamboja, pada 26 Juli 2026

Pantau - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kamboja anjlok 46 persen secara tahunan menjadi 1,99 juta orang sepanjang Januari hingga Juli 2026 di tengah sentimen negatif terkait jaringan penipuan daring serta berbagai tekanan regional dan global.

Kementerian Pariwisata Kamboja merilis angka kunjungan tersebut pada Sabtu (5/9/2026).

Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak menyebut sentimen negatif terhadap jaringan penipuan daring di negaranya menjadi salah satu faktor yang menekan kunjungan wisatawan asing.

Selain persoalan penipuan daring, ketegangan di perbatasan Kamboja-Thailand turut dinilai memengaruhi sektor pariwisata negara tersebut.

Konflik Geopolitik Ikut Menekan Pariwisata

Huot Hak menyebut konflik geopolitik di Timur Tengah turut berpengaruh karena menyebabkan kenaikan harga bahan bakar dan menurunkan minat masyarakat global untuk bepergian.

Laporan Kementerian Pariwisata Kamboja mencatat China, Vietnam, dan Amerika Serikat menjadi tiga negara asal terbesar wisatawan mancanegara yang berkunjung sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Penurunan kunjungan terjadi ketika pariwisata masih menjadi salah satu dari empat pilar utama perekonomian Kamboja.

Pariwisata Tetap Menjadi Pilar Ekonomi Kamboja

Sektor pariwisata menjadi penopang ekonomi Kamboja bersama pertanian, konstruksi dan properti, serta ekspor manufaktur pakaian jadi, alas kaki, dan barang perjalanan.

Kamboja pada 2025 mencatat sebanyak 5,57 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Sektor tersebut menghasilkan pendapatan kotor sebesar 3,87 miliar dolar AS sepanjang 2025.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026