
Pantau - Pemerintah Peru menetapkan keadaan darurat selama 60 hari di lima penjara berkeamanan tinggi yang menampung hampir separuh narapidana di negara tersebut yang terkait dengan organisasi kriminal.
Kantor Kepresidenan Peru pada Sabtu (5/9/2026) menyatakan kebijakan tersebut telah diformalkan melalui sebuah dekrit untuk memperketat pengamanan di dalam dan sekitar fasilitas pemasyarakatan.
Lima penjara yang masuk dalam kebijakan tersebut adalah Challapalca di Tacna, Cochamarca di Pasco, Miguel Castro Castro dan Ancon I di Lima, serta Trujillo Varones di La Libertad.
Polisi Ambil Alih Ketertiban Internal Penjara
Selama keadaan darurat berlaku, Kepolisian Nasional Peru akan memegang kendali ketertiban internal di lima penjara tersebut dengan dukungan Angkatan Bersenjata.
Penerapan keadaan darurat tidak hanya mencakup kawasan di dalam penjara, tetapi juga wilayah sekitarnya hingga radius 200 meter.
Sejumlah hak konstitusional, termasuk kebebasan bergerak, berkumpul, serta kebebasan dan keamanan pribadi, ditangguhkan sementara di wilayah yang masuk dalam cakupan kebijakan tersebut.
Peru Perketat Pengawasan untuk Cegah Pelarian
Otoritas Peru akan menjalankan operasi keamanan darat dan memperketat pengendalian akses selama kebijakan keadaan darurat berlangsung.
Pengawasan juga dilakukan terhadap ruang udara dan spektrum elektromagnetik di sekitar fasilitas pemasyarakatan.
Aparat turut menjalankan kegiatan intelijen sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk mencegah pelarian dari penjara berkeamanan tinggi tersebut.
Langkah pengamanan itu diterapkan terhadap fasilitas yang menampung sejumlah besar narapidana terkait organisasi kriminal di Peru.
- Penulis :
- Gerry Eka




