
Pantau - Pemerintah Iran mengajukan tujuh syarat kepada Amerika Serikat (AS) sebelum membuka kembali Selat Hormuz yang pelayarannya nyaris terhenti akibat konflik antara kedua negara.
Informasi mengenai persyaratan tersebut disampaikan seorang sumber yang mengetahui masalah itu kepada kantor berita Tasnim sebagaimana dilaporkan dari Teheran, Minggu (13/9/2026).
"Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tujuh syarat yang telah disetujui pejabat tinggi Iran tersebut dipenuhi," kata sumber itu.
Rincian mengenai tujuh syarat yang diajukan pemerintah Iran kepada AS tersebut tidak disebutkan dalam laporan.
Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya mengumumkan Teheran akan menggelar pertemuan di Oman pada Senin dengan melibatkan Irak dan negara-negara Teluk Persia.
Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz di tengah konflik yang masih berlangsung.
Kesepakatan Iran dan Oman Belum Membuka Selat Hormuz
Iran dan Oman sebelumnya telah mencapai kesepakatan terkait pengaturan di Selat Hormuz, tetapi kesepakatan tersebut tidak mencakup pembukaan kembali jalur perairan strategis itu.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran dan Oman telah mengoordinasikan rute utama untuk keluar dan masuk Selat Hormuz.
Kapal-kapal niaga Iran dan sejumlah negara lain masih terlihat berlabuh di kawasan Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026.
Penutupan selat membuat ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlangsung di salah satu jalur transit energi dan perdagangan penting dunia.
Konflik AS dan Iran Ganggu Pelayaran
Ketegangan bermula ketika AS dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026 yang kemudian memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Teheran dan Washington selanjutnya menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni untuk menghentikan permusuhan.
Namun, kedua pihak kemudian kembali saling melancarkan serangan sehingga konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan.
Eskalasi konflik menyebabkan pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti.
Selat Hormuz merupakan jalur pasokan utama minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair menuju pasar global.
Gangguan Selat Hormuz Berdampak pada Harga Bahan Bakar
Terganggunya pelayaran melalui Selat Hormuz akibat konflik tersebut berdampak terhadap distribusi energi dunia.
Harga bahan bakar dilaporkan meningkat di sebagian besar negara di dunia akibat eskalasi konflik dan terganggunya jalur pelayaran tersebut.
Iran tetap mempertahankan penutupan Selat Hormuz hingga tujuh persyaratan yang telah disetujui pejabat tinggi negara itu dipenuhi.
Sementara itu, pembahasan mengenai jalur aman bagi pelayaran komersial akan dilanjutkan melalui pertemuan Iran bersama Irak dan negara-negara Teluk Persia di Oman.
- Penulis :
- Gerry Eka




