HOME  ⁄  News

Irak dan Iran Bentuk Komite Gabungan untuk Selidiki Serangan Drone ke Pipa Minyak Arab Saudi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Irak dan Iran Bentuk Komite Gabungan untuk Selidiki Serangan Drone ke Pipa Minyak Arab Saudi
Foto: Ilustrasi pipa minyak Arab Saudi.

Pantau - Irak dan Iran akan melakukan penyelidikan bersama terhadap serangan drone yang menghantam jalur pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi setelah serangan tersebut diketahui berasal dari wilayah Irak.

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein membahas penyelidikan tersebut bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui sambungan telepon.

Kantor berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), pada Sabtu (12/9/2026) melaporkan kedua menteri meninjau langkah yang telah diambil sebagai tanggapan atas serangan tersebut.

Irak dan Iran juga membahas pembentukan komite gabungan yang akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Irak Sita Platform Peluncur Roket

Pemerintah Irak sebelumnya menyatakan telah menyita platform peluncur roket di wilayahnya yang digunakan dalam serangan terhadap jalur pipa minyak Arab Saudi.

Baghdad juga menyetujui keterlibatan Iran dalam proses penyelidikan untuk mengungkap serangan tersebut.

Irak memperketat keamanan setelah memastikan serangan terhadap pipa minyak itu berasal dari sebuah lokasi di Provinsi Maysan yang berada dekat perbatasan Iran.

Fuad Hussein dan Abbas Araghchi turut membahas langkah-langkah keamanan di kawasan perbatasan dalam percakapan tersebut.

Keduanya juga membicarakan rencana pertemuan pada Senin di Oman yang melibatkan Irak, Iran, dan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk.

Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Arab Saudi Sebut Drone Diluncurkan dari Irak

Arab Saudi pada Jumat (11/9/2026) menyatakan jalur pipa minyak Timur-Barat miliknya dihantam pesawat tak berawak yang diluncurkan dari Irak.

Serangan tersebut menyebabkan korban luka dan kerusakan material pada fasilitas pipa minyak Arab Saudi.

Riyadh menyatakan tidak akan melakukan serangan balasan pada tahap ini setelah menerima permintaan dari Perdana Menteri Irak.

Keputusan tersebut memberikan waktu kepada Baghdad untuk mengambil langkah guna mencegah terjadinya serangan lanjutan.

Arab Saudi pada saat yang sama menegaskan tetap memiliki hak untuk melindungi keamanan dan kedaulatan negaranya.

Pipa Timur-Barat Menjadi Jalur Ekspor Minyak Saudi

Jalur pipa Timur-Barat memiliki peran dalam membawa minyak mentah dari wilayah penghasil minyak di bagian timur Arab Saudi menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Keberadaan jalur tersebut memungkinkan Arab Saudi melakukan ekspor minyak dengan melewati jalur alternatif dari Selat Hormuz yang sebagian terblokir.

Penyelidikan bersama Irak dan Iran dilakukan untuk menelusuri serangan setelah otoritas Irak mengidentifikasi lokasi asal serangan dan mengamankan platform peluncur yang disebut digunakan dalam insiden tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026