HOME  ⁄  News

Irak Bernegosiasi dengan AS agar Bandara yang Melayani Maskapai Iran Dikecualikan dari Sanksi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Irak Bernegosiasi dengan AS agar Bandara yang Melayani Maskapai Iran Dikecualikan dari Sanksi
Foto: Ilustrasi - Iran kembali melayani sejumlah rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran.

Pantau - Pemerintah Irak menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS) untuk meminta pengecualian sejumlah bandara di negaranya dari sanksi AS terhadap sektor penerbangan Iran.

Pembicaraan tersebut dilakukan setelah AS mengancam menjatuhkan sanksi sekunder terhadap bandara dan perusahaan yang melayani maskapai penerbangan asal Iran.

Iran merespons ancaman tersebut dengan memperingatkan adanya potensi gangguan terhadap operasional bandara di kawasan.

Di tengah situasi tersebut, bandara di Baghdad dan Najaf menangguhkan layanan seluruh penerbangan dari Iran pada Jumat (25/9/2026).

Irak Ajukan Pengecualian atas Alasan Kemanusiaan

Kantor media Pemerintah Irak pada Sabtu (26/9/2026) menyatakan dialog dengan AS ditujukan agar beberapa bandara Irak dapat memperoleh pengecualian dari larangan tersebut.

“Pemerintah Irak sedang terlibat dalam dialog langsung dengan AS mengenai pengecualian beberapa bandara Irak dari larangan tersebut, yang akan memungkinkan penerbangan kembali beroperasi atas dasar alasan kemanusiaan,” tulis pernyataan Pemerintah Irak.

Pengecualian tersebut diharapkan memungkinkan penerbangan kembali beroperasi untuk memenuhi sejumlah kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Irak menyebut alasan kemanusiaan itu mencakup perjalanan untuk tindakan medis, pendidikan, serta ziarah ke tempat-tempat suci keagamaan.

Ancaman Sanksi Berdampak pada Penerbangan Iran

Ancaman sanksi sekunder AS menyasar berbagai bandara dan perusahaan yang tetap memberikan layanan kepada maskapai penerbangan Iran.

Kebijakan tersebut berdampak pada konektivitas penerbangan Iran dengan negara-negara di kawasan, termasuk Irak.

Belum terdapat keterangan mengenai hasil akhir pembicaraan antara Pemerintah Irak dan AS terkait permintaan pengecualian bagi bandara-bandara tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026