HOME  ⁄  News

Trump Klaim Iran Hampir Tinggalkan Rencana Pengembangan Senjata Nuklir

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Klaim Iran Hampir Tinggalkan Rencana Pengembangan Senjata Nuklir
Foto: Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan saat KTT NATO ke-36 para kepala negara dan pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026.

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran hampir meninggalkan rencana untuk mengembangkan senjata nuklir di tengah konflik Washington dan Teheran yang telah memasuki bulan kedelapan.

“Ngomong-ngomong, Iran, seperti yang kalian ketahui, hampir menyerah terhadap rencana memiliki senjata nuklir,” klaim Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju rapat umum di Ohio, Sabtu (3/10/2026).

Trump juga mengatakan harga minyak telah turun setelah sebelumnya melonjak sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

“Harga minyak turun. Saat ini harga minyak lebih rendah, bahkan lebih rendah dibandingkan masa pemerintahan Biden,” kata Trump.

Trump menilai pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden tidak melakukan langkah untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Iran Bantah Kembangkan Senjata Nuklir

Iran selama ini membantah tuduhan Amerika Serikat dan Israel bahwa negara tersebut berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan posisi negaranya ketika mengunjungi New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 2026.

Pezeshkian mengatakan Iran tidak menginginkan senjata nuklir karena adanya larangan agama terhadap pengembangan senjata tersebut.

Iran juga menawarkan pengurangan kadar uranium yang diperkaya melalui proses dengan pengawasan internasional.

Iran Tetap Pertahankan Program Nuklir Damai

Teheran menegaskan tidak akan mengorbankan program nuklir yang ditujukan untuk kepentingan damai.

Iran juga menyatakan tidak akan memberikan konsesi struktural sebelum Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Perbedaan posisi mengenai program nuklir tersebut tetap menjadi salah satu isu utama dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026