HOME  ⁄  News

Serangan Terbaru Israel di Gaza Tewaskan Satu Warga Palestina dan Lukai 15 Orang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Serangan Terbaru Israel di Gaza Tewaskan Satu Warga Palestina dan Lukai 15 Orang
Foto: Warga Palestina berjuang untuk bertahan hidup.

Pantau - Serangan terbaru militer Israel di Jalur Gaza menewaskan seorang warga Palestina dan melukai 15 lainnya pada Minggu (4/10/2026), meski gencatan senjata telah berlaku di wilayah tersebut sejak 10 Oktober 2025.

Sumber medis menyebut seorang warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka setelah serangan udara Israel menyasar sebuah kendaraan di Al-Hawouz, Gaza tengah, sebelah selatan Deir al-Balah.

Lima warga lainnya terluka, termasuk seorang dalam kondisi kritis, setelah tembakan artileri Israel menyasar seseorang yang melintas di dekat kantor pusat Serikat Insinyur di barat laut Kota Gaza.

Militer Israel sebelumnya juga dilaporkan menembaki wilayah timur kamp pengungsi Al-Maghazi dan bagian selatan Kota Khan Younis pada Minggu.

Serangan Dilaporkan Terjadi di Sejumlah Wilayah Gaza

Sejumlah saksi mengatakan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke wilayah selatan dan timur Khan Younis serta bagian utara Beit Lahia.

Kapal-kapal militer Israel juga dilaporkan menembaki wilayah pesisir Rafah dan Kota Gaza.

Sumber lokal menyebut militer Israel melakukan pembongkaran besar-besaran terhadap sejumlah bangunan dan fasilitas di bagian timur Kota Gaza.

Serangkaian serangan tersebut terjadi ketika kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 masih berjalan.

Korban Sejak Gencatan Senjata Dilaporkan Tembus 1.445 Orang

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menewaskan sedikitnya 1.445 warga Palestina dan melukai 5.072 lainnya hingga Sabtu (3/10/2026).

Berdasarkan data Palestina, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Sekitar 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza juga dilaporkan telah hancur akibat konflik yang berlangsung sejak 2023.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026