
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026), yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai ratusan warga sipil.
Guterres menyampaikan kecaman tersebut melalui akun media sosial X sekaligus mendesak penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur publik.
“Saya sangat terkejut dan dengan keras mengecam serangan mematikan Houthi pada Sabtu terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai ratusan warga sipil,” tulis Guterres.
Sekjen PBB menegaskan bahwa serangan yang menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Korban Tewas Berasal dari Delapan Negara
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan bahwa 12 korban meninggal dunia dalam serangan tersebut berasal dari sejumlah negara.
Korban terdiri atas empat warga negara Arab Saudi dan dua warga Bangladesh.
Enam korban lainnya masing-masing merupakan warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Sementara itu, ratusan warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Para korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, dengan sejumlah pasien dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Guterres mendesak agar serangan segera dihentikan untuk mencegah bertambahnya korban jiwa dan kerusakan fasilitas sipil.
Bandara Internasional King Khalid Ditutup Sementara
Serangan tersebut menyebabkan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dihentikan sementara.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan penangguhan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada petugas memeriksa kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.
Penutupan tersebut berdampak pada jadwal penerbangan dari dan menuju Riyadh.
Penumpang diminta memeriksa informasi terbaru kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Maskapai Kuwait Airways juga dilaporkan membatalkan penerbangan menuju Riyadh pada Sabtu beserta penerbangan kembali akibat penutupan bandara.
PBB Tegaskan Serangan terhadap Fasilitas Sipil Melanggar Hukum Internasional
Antonio Guterres menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi sesuai ketentuan hukum internasional.
Ia meminta penghentian serangan yang berpotensi menimbulkan korban tambahan serta memperluas kerusakan fasilitas publik.
Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Arab Saudi.
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak terhadap bandara serta sejumlah fasilitas di negara tersebut.
Otoritas Arab Saudi masih melakukan penilaian terhadap kerusakan fasilitas bandara setelah serangan yang menewaskan 12 orang tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti




