
Pantau - Sri Lanka mengalami pemadaman listrik secara nasional pada Sabtu (17/10/2026) akibat ketidakstabilan sistem kelistrikan, dengan gangguan pada Pembangkit Listrik Upper Kotmale diduga menjadi salah satu penyebab terputusnya pasokan listrik di negara tersebut.
Departemen Informasi Pemerintah Sri Lanka menyampaikan bahwa pihak berwenang telah melakukan berbagai langkah untuk memulihkan jaringan listrik nasional.
Operator Sistem Nasional (NSO) milik negara juga mengerahkan upaya pemulihan sistem agar pasokan listrik dapat kembali menjangkau wilayah terdampak.
Menteri Energi Sri Lanka Anura Karunathilake menyebut gangguan pada Pembangkit Listrik Upper Kotmale sebagai dugaan penyebab pemadaman tersebut.
Meski demikian, operator kelistrikan menegaskan bahwa belum ada laporan kerusakan pembangkit listrik yang menyebabkan sistem tidak dapat dioperasikan.
Gangguan Sistem Kelistrikan Picu Pemadaman Nasional
Pemadaman listrik terjadi setelah sistem kelistrikan Sri Lanka mengalami ketidakstabilan pada Sabtu (17/10/2026).
Gangguan tersebut menyebabkan terputusnya pasokan listrik di sejumlah wilayah negara kepulauan itu.
Pemerintah Sri Lanka kemudian berkoordinasi dengan Operator Sistem Nasional untuk melakukan pemulihan jaringan.
Dalam proses tersebut, NSO meminta pemilik sistem pembangkit listrik tenaga surya atau fotovoltaik untuk sementara memutus sambungan instalasi mereka dari jaringan.
Permintaan itu disampaikan untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga kestabilan sistem kelistrikan nasional.
NSO meminta pemilik instalasi tenaga surya menunggu instruksi lebih lanjut sebelum kembali menghubungkan sistem mereka.
Pembangkit Upper Kotmale Diduga Jadi Sumber Gangguan
Menteri Energi Anura Karunathilake mengatakan gangguan pada Pembangkit Listrik Upper Kotmale diduga berkaitan dengan pemadaman nasional tersebut.
Namun, pada hari yang sama, NSO membantah laporan yang menyebut adanya kerusakan pembangkit listrik akibat peristiwa tersebut.
Operator menjelaskan bahwa pembangkit listrik tenaga air yang masih beroperasi tetap digunakan untuk mendukung pemulihan pasokan.
NSO juga memberikan penjelasan mengenai penghentian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Norochcholai yang menggunakan batu bara.
Menurut NSO, penghentian operasional PLTU Norochcholai dilakukan berdasarkan prosedur standar dalam penanganan gangguan sistem.
Operator menegaskan bahwa penghentian tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan mekanis pada fasilitas pembangkit.
Listrik di Colombo hingga Galle Mulai Kembali Menyala
NSO menyatakan proses pemulihan pasokan listrik dilakukan secara bertahap sejak siang hari pada Sabtu.
Sejumlah wilayah dilaporkan telah kembali memperoleh aliran listrik setelah petugas melakukan pemulihan jaringan.
Daerah yang mulai mendapatkan kembali pasokan listrik antara lain Colombo, Gampaha, Galle, dan Badulla.
Pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jaringan kelistrikan dapat kembali beroperasi dengan stabil.
Sementara itu, wilayah lain yang masih terdampak tetap menjadi bagian dari proses pemulihan yang dilakukan operator.
Operator Targetkan Listrik Nasional Pulih Pukul 18.30
Operator Sistem Nasional memperkirakan jaringan listrik Sri Lanka dapat pulih sepenuhnya sekitar pukul 18.30 waktu setempat pada Sabtu (17/10/2026).
Perkiraan tersebut setara dengan sekitar pukul 20.00 WIB.
Target pemulihan disampaikan setelah sebagian wilayah mulai mendapatkan kembali aliran listrik sejak siang hari.
Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat konfirmasi bahwa seluruh jaringan listrik nasional telah pulih sepenuhnya.
Pihak berwenang Sri Lanka terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan dan pemantauan terhadap jaringan yang terdampak gangguan.
- Penulis :
- Gerry Eka




