HOME  ⁄  News

Menhan Jepang Apresiasi Pasukan JSDF Usai Padamkan Karhutla di Indonesia, Tiga Helikopter Jatuhkan 280 Ton Air

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menhan Jepang Apresiasi Pasukan JSDF Usai Padamkan Karhutla di Indonesia, Tiga Helikopter Jatuhkan 280 Ton Air
Foto: Sejumlah personel Japan Disaster Relief (JDR) mengikuti upacara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera yang diberikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).

Pantau - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi memberikan apresiasi kepada personel Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) yang berhasil menyelesaikan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Indonesia, melalui 56 operasi udara dengan total 280 ton air dijatuhkan.

Koizumi menyampaikan penghargaan tersebut dalam upacara penyambutan kepulangan personel JSDF di Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, dekat Tokyo, Jepang, Minggu (18/10/2026).

Misi tersebut menjadi operasi pemadaman kebakaran pertama yang dilakukan JSDF di luar wilayah Jepang.

"Saya amat senang anda sekalian berhasil menyelesaikan misi dengan gemilang," kata Koizumi sebagaimana dikutip dari pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang.

Tiga Helikopter Jepang Lakukan 56 Operasi Pemadaman

Dalam misi penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Jepang mengerahkan tiga helikopter yang diangkut menggunakan kapal logistik JS Kunisaki.

Ketiga helikopter tersebut terlibat dalam 56 operasi pemadaman kebakaran melalui udara.

Selama pelaksanaan operasi, helikopter Jepang menjatuhkan total 280 ton air untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian Pertahanan Jepang sebelumnya mengonfirmasi kehadiran kapal Kunisaki di Kalimantan Barat pada September 2026.

Kehadiran kapal tersebut bertujuan mendukung militer Indonesia dalam melaksanakan operasi pemadaman karhutla dari udara.

Operasi tersebut menjadi pengalaman pertama bagi JSDF dalam menjalankan misi pemadaman kebakaran di luar negeri.

Kapal Kunisaki Berangkat dari Jepang pada 30 Agustus

Kapal JS Kunisaki diberangkatkan dari Pangkalan Angkatan Laut Kure di Hiroshima, Jepang bagian barat, pada 30 Agustus 2026.

Setelah tiba di Indonesia, personel JSDF mulai menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan pada 16 September 2026.

Operasi tersebut melibatkan awak helikopter CH-47 dari Angkatan Darat Jepang serta awak kapal logistik Kunisaki dari Angkatan Laut Jepang.

Para personel menjalankan tugas di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Koizumi menyebut misi tersebut sebagai operasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh pasukan Jepang di luar negeri.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh personel dapat kembali ke Jepang dengan selamat.

Para personel Jepang tiba kembali di negara asalnya pada Jumat (16/10/2026).

Menhan Jepang Soroti Apresiasi Indonesia terhadap Bantuan JSDF

Dalam upacara penyambutan di Yokosuka, Koizumi menyoroti apresiasi yang diberikan Indonesia atas keterlibatan personel Jepang dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, keberhasilan operasi tersebut dapat memperkuat hubungan saling percaya antara Indonesia dan Jepang.

"Kita dapat membangun hubungan saling percaya yang semakin kuat lagi sehingga kita dapat saling menolong di saat membutuhkan," kata Menhan Jepang.

Upacara penyambutan tersebut dihadiri para awak helikopter CH-47, personel kapal JS Kunisaki, serta keluarga masing-masing anggota yang terlibat dalam misi.

Koizumi juga mengapresiasi kemampuan personel dalam menyelesaikan tugas di tengah kondisi operasi yang berat.

Indonesia Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 361 Personel Jepang

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memberikan tanda kehormatan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) atas kontribusi mereka dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Penganugerahan tersebut dilakukan oleh Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di kapal JS Kunisaki yang berada di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dukungan personel Jepang dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Bantuan Jepang menjadi bagian dari kerja sama penanganan bencana antara kedua negara.

Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Picu Kabut Asap

Kebakaran hutan dan lahan telah berlangsung selama berbulan-bulan di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sebagian kebakaran tersebut terjadi akibat pembakaran lahan secara sengaja untuk membuka kawasan baru.

Kebakaran yang melanda ribuan hektare hutan tropis itu menyebabkan munculnya kabut asap berbahaya yang menyebar hingga ke negara tetangga.

Kondisi tersebut mendorong dilakukannya berbagai upaya penanganan, termasuk operasi pemadaman melalui udara.

Keterlibatan personel JSDF dalam operasi di Kalimantan Barat menjadi salah satu bentuk dukungan internasional terhadap penanganan karhutla di Indonesia.

Koizumi berharap kerja sama yang telah terjalin dapat memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang, terutama dalam memberikan bantuan ketika menghadapi situasi darurat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026