HOME  ⁄  News

DSLNG Berhasil Pangkas Pembakaran Gas 49 Persen, Raih Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian ESDM

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

DSLNG Berhasil Pangkas Pembakaran Gas 49 Persen, Raih Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian ESDM
Foto: Operation Director DSLNG Adi Kustanto menerima penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Pantau - PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) berhasil menurunkan pembakaran gas atau flaring sebesar 49 persen melalui inovasi pemanfaatan kembali gas alam, sehingga meraih Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pencapaian tersebut melampaui target penurunan pembakaran gas yang sebelumnya ditetapkan sebesar 40 persen.

Penghargaan diberikan dalam kategori Inovasi Teknologi Terbaik atau Best Technology Innovation atas keberhasilan perusahaan mengoptimalkan sistem pengolahan gas alam cair (LNG).

Direktur Operasi DSLNG Adi Kustanto mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan operasional.

“DSLNG terus berupaya menjaga keandalan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki,” ujar Adi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

DSLNG Turunkan Pembakaran Gas hingga 49 Persen

Penurunan pembakaran gas dilakukan melalui rekayasa sistem dan pemanfaatan kembali gas yang menguap selama proses pengolahan LNG atau Boil-Off Gas (BOG).

Melalui teknologi tersebut, gas yang sebelumnya berpotensi dibakar melalui sistem pembakaran dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional.

Optimalisasi itu memungkinkan DSLNG meningkatkan pemanfaatan sumber daya gas sekaligus mengurangi emisi dari aktivitas kilang LNG.

Perusahaan mencatat penurunan total pembakaran gas mencapai 49 persen, atau sembilan poin persentase di atas target yang ditetapkan.

Hasil tersebut diperoleh melalui penyesuaian sistem dan peningkatan kinerja fasilitas yang telah tersedia.

Inovasi Efisiensi Energi Dilakukan Tanpa Fasilitas Baru

Adi menjelaskan keberhasilan pengurangan pembakaran gas tidak memerlukan pembangunan infrastruktur tambahan.

"Keberhasilan tersebut dicapai tanpa membangun fasilitas baru," katanya.

Menurutnya, perusahaan memanfaatkan kemampuan rekayasa sistem untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi melalui fasilitas yang sudah beroperasi.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan pengolahan gas.

Optimalisasi fasilitas juga menjadi salah satu langkah perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah dari sumber daya energi yang dimanfaatkan.

Kementerian ESDM Berikan Penghargaan Energi Subroto 2026

Penghargaan Energi Subroto 2026 diterima langsung oleh Adi Kustanto dalam acara penganugerahan di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Kementerian ESDM terhadap penerapan teknologi yang mendukung peningkatan efisiensi dan pengurangan emisi di sektor energi.

Adi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel DSLNG yang terlibat dalam pengembangan serta penerapan inovasi tersebut.

Ia menilai keberhasilan itu menunjukkan bahwa peningkatan kinerja operasional dapat dilakukan melalui pengembangan solusi teknologi pada aset yang sudah tersedia.

Wamen ESDM Dorong Transformasi Energi Nasional

Dalam acara penganugerahan, Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa transformasi energi Indonesia diarahkan untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

Transformasi tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas dan mengurangi emisi menjadi salah satu bentuk kontribusi industri terhadap pengelolaan energi berkelanjutan.

DSLNG menyatakan akan terus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi teknologi dan optimalisasi fasilitas operasional yang dimiliki.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026