HOME  ⁄  News

Kerusuhan Pecah di Sejumlah Kota Jerman, Lebih dari 200 Orang Ditangkap

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kerusuhan Pecah di Sejumlah Kota Jerman, Lebih dari 200 Orang Ditangkap
Foto: Ilustrasi pengamanan aksi unjuk rasa Gen Z di Jerman.

Pantau - Kepolisian Jerman menangkap lebih dari 200 orang setelah kerusuhan dan bentrokan antara kelompok demonstran dengan aparat keamanan terjadi di sejumlah kota pada Sabtu (31/10/2026) malam.

Kerusuhan dilaporkan terjadi di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin setelah kelompok-kelompok radikal menggelar aksi terpisah dari demonstrasi utama Generasi Z (Gen Z) yang sebelumnya berlangsung damai.

Aksi unjuk rasa utama diselenggarakan atas inisiatif Gen Z Regelt di lebih dari 30 kota dan diikuti puluhan ribu anak muda.

Para demonstran menuntut peningkatan anggaran pendidikan, kebijakan sosial yang lebih baik, bantuan untuk mengatasi kenaikan biaya hidup, serta menolak rencana pemberlakuan kembali wajib militer.

Namun, situasi berubah setelah malam tiba ketika sejumlah kelompok menggelar demonstrasi berskala lebih kecil dan terlibat bentrokan dengan aparat.

Sejumlah peserta aksi mendirikan barikade serta melemparkan batu, botol, dan petasan ke arah petugas kepolisian.

Polisi kemudian mengerahkan meriam air dan unit khusus untuk mengendalikan situasi di beberapa lokasi.

Kelompok Bertopeng Jarah Toko Senjata di Frankfurt

Kerusuhan di Frankfurt melibatkan sejumlah kelompok bertopeng yang disebut tidak berpartisipasi dalam demonstrasi utama Gen Z.

Kelompok tersebut merusak kaca sejumlah toko dan menjarah tempat usaha, termasuk sebuah toko senjata api.

Menurut keterangan kepolisian, sedikitnya dua senjata api dicuri setelah pelaku memecahkan kaca toko.

Polisi kemudian menangkap seorang tersangka dan berhasil menemukan kembali senjata api yang dicuri.

Selain penjarahan, sebuah kendaraan polisi mengalami kerusakan akibat aksi kelompok perusuh.

Kaca kendaraan tersebut dipecahkan, sedangkan ban-bannya dibuat kempis.

Pihak berwenang melaporkan lebih dari 30 orang ditangkap sementara selama kerusuhan berlangsung di Frankfurt.

Kerusuhan yang berlanjut hingga Minggu dini hari juga menyebabkan kerusakan properti dalam skala besar.

Sebanyak 120 Orang Diamankan di Hamburg, 11 Polisi Terluka

Di Hamburg, bentrokan terjadi setelah demonstrasi utama berakhir pada Sabtu sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Kepolisian setempat melaporkan bahwa kelompok demonstran berpakaian hitam, sebagian mengenakan penutup wajah, mendirikan barikade yang terbakar di dekat terminal bus pusat kota.

Kelompok tersebut kemudian melemparkan batu, botol, dan benda-benda piroteknik ke arah aparat keamanan.

Polisi mengamankan sebanyak 120 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Sebanyak 11 anggota kepolisian mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan kelompok demonstran.

Selain bentrokan di sekitar terminal bus, sejumlah kebakaran kecil dan gangguan keamanan masih terjadi sepanjang malam.

Insiden tersebut dilaporkan berlangsung di beberapa distrik di bagian timur Hamburg.

Polisi Berlin Amankan 56 Orang, 27 Petugas Luka Ringan

Kerusuhan juga terjadi di Berlin setelah kelompok demonstran menggelar aksi malam hari di distrik Mitte.

Aksi tersebut berlangsung terpisah dari demonstrasi damai yang sebelumnya diselenggarakan di kawasan Gerbang Brandenburg.

Kepolisian Berlin melaporkan sebanyak 56 orang diamankan sementara selama kerusuhan berlangsung.

Dalam insiden tersebut, sebanyak 27 anggota kepolisian mengalami luka ringan akibat lemparan batu, botol, telur, dan petasan.

Sejumlah demonstran juga memblokir sebuah trem sehingga mengganggu perjalanan kendaraan tersebut.

Aparat akhirnya menghentikan perjalanan demonstrasi sebelum rombongan mencapai lokasi tujuan yang telah direncanakan.

Bentrokan Juga Terjadi di Cologne

Selain tiga kota tersebut, bentrokan antara kelompok demonstran dan polisi turut dilaporkan terjadi di Cologne.

Kepolisian setempat mengamankan sedikitnya lima orang setelah kelompok-kelompok kecil terlibat bentrokan dengan aparat di sekitar katedral kota.

Para pelaku dilaporkan melemparkan botol dan benda-benda piroteknik ke arah petugas.

Kepala Kepolisian Cologne Johannes Hermanns mengecam tindakan kekerasan yang terjadi setelah rangkaian demonstrasi damai.

Menurut dia, kelompok ekstremis telah mengganggu aksi anak muda yang semula bertujuan menyampaikan aspirasi mengenai masa depan mereka.

“Sangat disayangkan anak-anak muda yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai demi masa depan justru disusupi kelompok ekstremis yang hanya berniat melakukan kekerasan,” kata Hermanns.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta demonstrasi yang tetap menjaga ketertiban dan menjauhkan diri dari tindakan kekerasan.

Situasi Berangsur Kondusif, Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Hingga Minggu (1/11/2026) pagi, situasi keamanan di kota-kota yang terdampak kerusuhan secara umum telah kembali kondusif.

Meski demikian, kepolisian Jerman masih melakukan penyelidikan terhadap berbagai insiden kekerasan yang terjadi sepanjang malam.

Petugas juga terus mendata kerusakan properti akibat bentrokan, perusakan fasilitas, dan penjarahan.

Rangkaian kerusuhan tersebut terjadi setelah demonstrasi besar Gen Z yang menuntut perbaikan anggaran pendidikan, bantuan menghadapi kenaikan biaya hidup, serta penolakan terhadap rencana pemberlakuan kembali wajib militer.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026