HOME  ⁄  News

Ratusan Ribu Warga Prancis Turun ke Jalan, Bentrokan Pecah di Paris

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ratusan Ribu Warga Prancis Turun ke Jalan, Bentrokan Pecah di Paris
Foto: Di Paris, pihak Kemendagri Prancis memperkirakan jumlah pengunjuk rasa mencapai 70.000 orang per pukul 17.00 waktu setempat (23.00 WIB).

Pantau - Sekitar 320.000 orang mengikuti gelombang aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu (31/10/2026), yang menyebabkan gangguan transportasi umum hingga bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian di Paris.

Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan jumlah peserta demonstrasi di ibu kota Paris mencapai sekitar 70.000 orang hingga pukul 17.00 waktu setempat atau 23.00 WIB.

Namun, serikat pekerja dan asosiasi pemuda yang mewakili siswa sekolah menengah atas serta mahasiswa menyampaikan perkiraan jumlah peserta yang lebih tinggi.

Menurut kelompok tersebut, hampir 500.000 orang mengikuti aksi demonstrasi di seluruh Prancis, termasuk sekitar 200.000 orang di Paris.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya selisih antara perkiraan pemerintah dan penyelenggara aksi mengenai jumlah massa yang turun ke jalan.

Lebih dari 40 Stasiun Metro Paris Ditutup

Gelombang demonstrasi di Prancis berdampak terhadap operasional transportasi umum, khususnya di wilayah Paris.

Operator transportasi umum Paris, RATP, mengumumkan bahwa lebih dari 40 stasiun metro ditutup pada Sabtu (31/10/2026).

Informasi mengenai penutupan stasiun tersebut disampaikan melalui situs resmi RATP.

Gangguan layanan transportasi terjadi ketika ribuan demonstran berkumpul dan melakukan aksi di sejumlah lokasi.

Penutupan puluhan stasiun metro menjadi salah satu dampak langsung demonstrasi terhadap aktivitas transportasi di ibu kota Prancis.

Bentrokan Demonstran dan Polisi Pecah di Paris

Sebagian besar aksi demonstrasi di berbagai wilayah Prancis berlangsung secara damai.

Namun, ketegangan terjadi di sejumlah kota ketika aparat keamanan berupaya membubarkan massa pengunjuk rasa.

Di Paris, bentrokan pecah di sekitar Porte de Charenton yang merupakan titik akhir demonstrasi yang telah mendapatkan izin.

Berdasarkan laporan media Prancis Le Monde, sejumlah demonstran melemparkan proyektil ke arah aparat kepolisian.

Polisi kemudian merespons tindakan tersebut dengan menembakkan gas air mata untuk menghadapi massa.

Insiden itu menandai meningkatnya ketegangan dalam pelaksanaan aksi yang sebelumnya berlangsung relatif damai.

Sebanyak 70.000 Aparat Keamanan Dikerahkan

Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan gendarmerie di seluruh negeri untuk menjaga keamanan selama demonstrasi berlangsung.

Pengerahan aparat tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa berskala besar di berbagai wilayah.

Demonstrasi pada Sabtu (31/10/2026) merupakan gelombang ketiga aksi besar di Prancis sejak 17 Oktober 2026.

Gelombang demonstrasi terbaru tersebut kembali melibatkan ratusan ribu peserta berdasarkan perkiraan yang disampaikan pemerintah maupun kelompok penyelenggara.

Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, bentrokan di Paris dan gangguan transportasi umum menjadi bagian dari rangkaian peristiwa dalam demonstrasi tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026