HOME  ⁄  Nasional

APHI Kerahkan Regu Pemadam dan Bangun Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Kalteng

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

APHI Kerahkan Regu Pemadam dan Bangun Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Kalteng
Foto: Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto (kanan) mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan pemaparan kepada media seusai memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026).

Pantau - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendukung percepatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah melalui pengerahan regu pemadam, pembangunan sumur bor, serta peningkatan kesiapsiagaan perusahaan anggota.

Sekretaris Jenderal APHI Purwadi Soeprihanto mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama berbagai pihak untuk melindungi kawasan yang berperan dalam menopang ketahanan pangan nasional.

"Kami berkomitmen mendukung penanganan karhutla melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Kalteng," kata Purwadi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Menurut Purwadi, penanganan kebakaran melalui pendekatan zonasi dan lanskap yang dikembangkan di sekitar kawasan bandar udara Palangka Raya berpotensi diterapkan di wilayah lain di Kalimantan Tengah.

"Model lanskap ini dapat menjadi model penanganan karhutla secara sistematis dan terukur dalam jangka panjang di Kalteng," ujarnya.

APHI dan Gapki Siagakan Regu Pemadam Karhutla

Ketua Komisariat Daerah (Komda) APHI Kalimantan Tengah Achwan mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalteng untuk mendukung penanggulangan kebakaran.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyiapan regu pemadam kebakaran serta pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk kegiatan pemadaman.

Achwan menjelaskan seluruh anggota APHI di Kalimantan Tengah terus meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi kebakaran di wilayah operasional masing-masing.

"Seluruh anggota APHI di wilayah Kalteng saat ini terus menyiagakan regu pemadam karhutla dan segera melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran, serta mengintensifkan patroli di wilayah masing-masing," ujarnya.

Peningkatan patroli dan kesiapan personel tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus penanganan dini apabila ditemukan titik kebakaran.

Kolaborasi APHI dan Gapki diharapkan membantu memperluas jangkauan penanganan kebakaran serta memperkuat koordinasi antarpihak di lapangan.

Sebanyak 175 Regu Terlibat Penanganan Karhutla di Palangka Raya

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan koordinasi dan sinkronisasi pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah sebagai salah satu wilayah sasaran swasembada pangan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya penanganan karhutla untuk menjaga kawasan penopang ketahanan pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif saat memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Menurut Hanif, pengendalian kebakaran perlu dilakukan secara optimal agar tidak menambah tekanan terhadap produksi pangan.

Ia menyebut kawasan di sekitar bandar udara menjadi salah satu prioritas penanganan karhutla di Kota Palangka Raya.

"Kita optimalkan penanganan karhutla di ring satu atau di daerah yang berbatasan dengan bandara, dengan pendekatan model zonasi atau berbasis lanskap. Model ini diharapkan dapat dikembangkan di wilayah lain di Kalteng," ujarnya.

Hanif menjelaskan penanganan karhutla melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kota, TNI, Polri, Manggala Agni, kelompok sukarelawan, masyarakat, serta pelaku usaha dari APHI dan Gapki.

"Untuk Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat, yang dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan usaha dari APHI dan Gapki," katanya.

Penanganan Karhutla Gunakan Pendekatan Zonasi dan Lanskap

Hanif menjelaskan ratusan regu pemadam tersebut ditempatkan di sejumlah zona berdasarkan lokasi sumber air yang telah disiapkan.

Sumber air yang digunakan antara lain berasal dari sumur bor untuk mendukung kegiatan pemadaman di kawasan terdampak kebakaran.

Pembagian wilayah kerja berdasarkan zona diharapkan meningkatkan efektivitas pengerahan personel dan memastikan penanganan dapat menjangkau seluruh area terdampak.

Pendekatan berbasis lanskap juga diarahkan untuk memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian kebakaran secara lebih terukur.

Melalui keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan pelaku usaha, penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan berlangsung lebih terkoordinasi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026