
Pantau - Pemerintah Indonesia menyerukan agar proses pemilihan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tengah berlangsung di Dewan Keamanan PBB dilaksanakan secara kredibel, transparan, dan tidak memihak guna memperkuat multilateralisme.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia terus memantau perkembangan pemilihan Sekjen PBB, terutama setelah pelaksanaan jajak pendapat ketujuh Dewan Keamanan pada Jumat (30/10/2026).
“Indonesia mendukung proses pemilihan yang kredibel, transparan, dan imparsial yang dipandu oleh Piagam PBB dan komitmen kuat terhadap multilateralisme,” menurut keterangan tertulis Kemlu RI melalui platform X yang dipantau pada Minggu (1/11/2026).
Indonesia menilai pemilihan pemimpin baru PBB berlangsung pada periode yang sangat penting bagi organisasi tersebut dan masyarakat internasional.
Oleh karena itu, Indonesia mengharapkan proses pemilihan dapat menghasilkan sosok pemimpin yang mampu memperkuat kerja sama antarnegara dan mendorong reformasi organisasi internasional tersebut.
Indonesia Harapkan Sekjen PBB Perkuat Suara Negara Berkembang
Kemlu RI menegaskan bahwa Sekjen PBB berikutnya diharapkan memiliki kemampuan untuk mempersatukan negara-negara di tengah berbagai tantangan global.
Indonesia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap hukum internasional.
Selain itu, pemimpin baru PBB diharapkan mampu melanjutkan agenda reformasi organisasi agar lebih efektif dalam menjalankan perannya.
Indonesia turut mengharapkan agar pemimpin baru PBB dapat “menguatkan suara negara-negara berkembang dan mewujudkan hasil konkret bagi semua,” demikian Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga memandang masuknya kandidat baru dari Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, sebagai bagian dari dinamika pemilihan yang sedang berlangsung.
Jajak Pendapat Ketujuh Belum Hasilkan Keputusan
Proses pemilihan Sekjen PBB masih menghadapi ketidakpastian setelah jajak pendapat ketujuh di Dewan Keamanan pada Jumat (30/10/2026) berakhir tanpa hasil konklusif.
Berdasarkan hasil pemungutan suara yang bocor dan dilaporkan Xinhua, mantan Wakil Presiden Kosta Rika sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan, memperoleh dukungan terbanyak.
Grynspan tercatat mendapatkan 11 suara mendukung dan empat suara tidak mendukung.
Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dari Argentina berada di posisi berikutnya.
Grossi memperoleh sembilan suara mendukung, empat suara tidak mendukung, serta dua suara tidak menyatakan pendapat.
Hasil tersebut belum menghasilkan keputusan mengenai kandidat yang akan menggantikan Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres.
Turkiye Ajukan Kandidat Baru Sekjen PBB
Di tengah belum tercapainya keputusan, Turkiye secara resmi mengajukan Feridun Sinirlioglu sebagai kandidat Sekjen PBB berikutnya.
Sinirlioglu merupakan Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE).
Pencalonan tersebut disampaikan melalui surat resmi Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan kepada Presiden Majelis Umum PBB dan Ketua Dewan Keamanan PBB.
Masuknya kandidat baru menambah dinamika persaingan dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi organisasi internasional tersebut.
Adapun masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres dijadwalkan berakhir pada penghujung 2026.
Penggantinya dijadwalkan mulai menjalankan tugas sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada 1 Januari 2027.
- Penulis :
- Gerry Eka




