
Pantau - Ribuan warga Jerman menggelar demonstrasi di pusat Kota Berlin pada Sabtu (31/10/2026) untuk menuntut pengunduran diri Kanselir Friedrich Merz sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah, termasuk dukungan finansial dan militer kepada Ukraina.
Aksi tersebut diselenggarakan oleh gerakan Gen Z Decides yang dipimpin kelompok anak muda dan berlangsung di sekitar Gerbang Brandenburg, salah satu ikon ibu kota Jerman.
Menurut laporan koresponden RIA Novosti, para demonstran menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah federal yang dinilai kurang memperhatikan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
"Saat Merz mengirimkan miliaran euro ke Ukraina, ibu saya yang sedang sakit justru tidak mendapatkan perawatan yang dibutuhkannya," kata seorang demonstran dari atas panggung di dekat Gerbang Brandenburg.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan dari sejumlah peserta aksi yang turut mengkritik kebijakan militerisasi serta dukungan pemerintah Jerman kepada Ukraina.
Demonstran Bentangkan Spanduk Tuntut Merz Mundur
Dalam aksi tersebut, para demonstran membentangkan spanduk putih berukuran besar dengan tulisan hitam bertuliskan "Merz harus mundur."
Spanduk itu menjadi salah satu simbol tuntutan peserta demonstrasi terhadap kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz.
Menurut perkiraan panitia penyelenggara, jumlah peserta demonstrasi di Berlin mencapai ribuan orang.
Aksi serupa juga berlangsung secara serentak di lebih dari 30 kota di Jerman pada Sabtu (31/10/2026).
Panitia menyebut lebih dari 177.000 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian demonstrasi secara nasional.
Sementara itu, aksi dengan jumlah peserta terbesar diperkirakan berlangsung di Cologne dan Frankfurt am Main.
Biaya Hidup dan Wajib Militer Jadi Sorotan
Selain menuntut pengunduran diri Merz, demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan sosial dan ekonomi.
Salah satu tuntutan utama adalah reformasi sistem pendidikan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah.
Para peserta aksi juga mendesak pemerintah mengambil langkah untuk mengendalikan kenaikan biaya hidup yang membebani masyarakat.
Penolakan terhadap rencana pemberlakuan kembali wajib militer di Jerman turut menjadi bagian dari tuntutan demonstran.
Sejumlah peserta menilai kebijakan pemerintah yang mendorong militerisasi perlu ditinjau kembali dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
Kritik terhadap bantuan finansial dan militer untuk Ukraina juga mengemuka dalam demonstrasi tersebut.
Gerakan Gen Z Decides Tegaskan Aksi Berlangsung Damai
Penyelenggara demonstrasi menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi dilakukan secara damai.
Panitia juga menyatakan gerakan tersebut tidak memiliki afiliasi dengan partai politik mana pun di Jerman.
Pernyataan itu disampaikan untuk menegaskan bahwa demonstrasi merupakan gerakan masyarakat yang menyuarakan berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kebijakan pemerintah.
Selain menyampaikan tuntutan di dalam negeri, para demonstran menunjukkan solidaritas kepada gerakan protes kaum muda di sejumlah negara Eropa.
Dukungan tersebut ditujukan kepada gerakan demonstrasi anak muda di Prancis, Belgia, dan Spanyol.
Aksi yang berlangsung di berbagai kota Jerman tersebut memperlihatkan meluasnya tuntutan peserta demonstrasi terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari pendidikan dan biaya hidup hingga penolakan wajib militer.
- Penulis :
- Gerry Eka




