HOME  ⁄  News

Menlu AS Marco Rubio Sebut G20 Prioritaskan Ketahanan Energi dan Pengamanan Rantai Pasok Global

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menlu AS Marco Rubio Sebut G20 Prioritaskan Ketahanan Energi dan Pengamanan Rantai Pasok Global
Foto: Pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota G20 di Atlanta, Amerika Serikat, Sabtu (31/10/2026).

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa pertemuan menteri luar negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat, Sabtu (31/10/2026), memprioritaskan penguatan ketahanan energi global, pengamanan pasokan mineral kritis, serta penanganan kerentanan rantai pasok internasional.

Rubio mengatakan pembahasan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

Menurut dia, Amerika Serikat berupaya mengembalikan fokus G20 pada misi awalnya sebagai forum kerja sama ekonomi dengan mengutamakan penyelesaian persoalan praktis yang berdampak langsung terhadap perekonomian global.

"Minggu ini di Atlanta, kami berfokus pada tantangan inti di bidang ekonomi, energi, teknologi, dan rantai pasok, serta membahas solusi praktis dan hasil nyata," ujarnya kepada para wartawan seusai pertemuan.

G20 Soroti Pentingnya Pasokan Mineral Kritis

Rubio menekankan bahwa ketersediaan mineral kritis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Mineral tersebut dibutuhkan untuk mendukung berbagai teknologi canggih yang semakin berperan dalam aktivitas industri dan perekonomian global.

Menurut Rubio, gangguan terhadap rantai pasok mineral kritis dapat menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap pertumbuhan ekonomi dan biaya hidup masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa negara-negara peserta G20 memiliki pemahaman yang sama mengenai tantangan ekonomi dan rantai pasok yang sedang dihadapi.

Namun, perbedaan pandangan masih muncul dalam menentukan langkah bersama untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kami semua sepakat bahwa ada masalah, namun tentu masih perlu upaya lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan bersama mengenai solusi yang akan dihasilkan," katanya.

Keamanan Selat Hormuz Jadi Perhatian

Selain mineral kritis, ketahanan energi dan kebebasan navigasi menjadi agenda penting dalam pembahasan para menteri luar negeri G20.

Perhatian tersebut berkaitan dengan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta sejumlah jalur perairan strategis lainnya.

Rubio memperingatkan bahwa ancaman terhadap keamanan jalur maritim berpotensi menghambat pengiriman berbagai komoditas penting.

Komoditas tersebut mencakup energi, pupuk, serta produk pertanian yang bergantung pada kelancaran transportasi internasional.

Gangguan pengiriman komoditas tersebut dikhawatirkan dapat memperbesar risiko terhadap ketahanan pangan global.

Karena itu, keamanan jalur pelayaran internasional menjadi bagian penting dari pembahasan mengenai stabilitas ekonomi dan ketahanan energi dunia.

Kerja Sama Quad Didorong Perkuat Keamanan Maritim

Dalam pertemuan tersebut, Rubio juga menyoroti kerja sama melalui kelompok Quad yang beranggotakan Amerika Serikat, India, Jepang, dan Australia.

Ia menyebut mineral kritis, pembangunan infrastruktur, serta keamanan maritim sebagai bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama praktis.

Pembahasan mengenai Quad menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarnegara dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keamanan kawasan.

Rubio menegaskan pentingnya pendekatan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata, terutama yang berkaitan dengan energi, teknologi, dan kelancaran rantai pasok.

Meski negara-negara G20 telah mengidentifikasi sejumlah tantangan bersama, upaya mencapai kesepakatan mengenai solusi masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026