HOME  ⁄  Geopolitik

Sekitar 70 Persen Warga Iran Disebut Ingin Perubahan Doktrin Nuklir Negara

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Sekitar 70 Persen Warga Iran Disebut Ingin Perubahan Doktrin Nuklir Negara
Foto: Photo file: Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026.

Pantau - Sekitar 70 persen masyarakat Iran disebut menginginkan perubahan terhadap doktrin nuklir negara tersebut di tengah meningkatnya pembahasan mengenai arah kebijakan keamanan nasional Teheran.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Mohsen Rezaei mengungkapkan bahwa tuntutan perubahan doktrin nuklir telah menjadi perhatian dalam diskusi yang berlangsung di negara tersebut.

"Rakyat Iran menyerukan perubahan doktrin nuklir negara. Saat ini, pembahasan serius tentang masalah tersebut sedang berlangsung," kata Rezaei kepada televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilaporkan pada Minggu (1/11/2026).

Rezaei menegaskan bahwa sekitar 70 persen penduduk Iran menyuarakan keinginan agar pemerintah meninjau kembali doktrin nuklir yang berlaku.

Meski demikian, kepemimpinan Iran hingga kini belum mengambil keputusan baru mengenai kemungkinan perubahan kebijakan tersebut.

Perubahan Doktrin Nuklir Iran Jadi Pembahasan Serius

Wacana perubahan doktrin nuklir Iran semakin mendapat perhatian dalam beberapa hari terakhir.

Pembahasan tersebut mengemuka setelah pemimpin salat Jumat Teheran, Ali Akbari, menyampaikan pernyataan terbuka mengenai perlunya perubahan doktrin nuklir negara.

Pernyataan Ali Akbari turut mendorong diskusi mengenai arah kebijakan nuklir Iran.

Mohsen Rezaei kemudian mengungkapkan besarnya dukungan masyarakat terhadap perubahan tersebut dengan menyebut angka sekitar 70 persen.

Namun, pernyataan tersebut belum disertai pengumuman keputusan resmi dari kepemimpinan Iran mengenai perubahan doktrin nuklir.

Iran Tegaskan Program Nuklir Bertujuan Damai

Pemerintah Iran sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa program nuklir negara tersebut dikembangkan semata-mata untuk tujuan damai.

Sikap tersebut didasarkan pada doktrin keamanan nasional serta fatwa atau ketetapan keagamaan yang menjadi landasan kebijakan nuklir Teheran.

Melalui doktrin dan fatwa tersebut, otoritas Iran menyatakan tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Penegasan itu menjadi bagian dari posisi resmi Iran terkait penggunaan teknologi nuklir.

Di tengah munculnya tuntutan perubahan doktrin, kepemimpinan Iran belum mengumumkan kebijakan baru yang mengubah posisi tersebut.

Dengan demikian, pembahasan mengenai perubahan doktrin nuklir masih berlangsung tanpa keputusan resmi mengenai arah kebijakan selanjutnya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026