
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat kerja sama dengan Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) untuk mengembangkan ekosistem filantropi Islam, meningkatkan pengukuran dampak sosial, serta memperluas jaringan kolaborasi internasional.
Sinergi tersebut dibahas dalam audiensi antara Baznas RI dan AVPN yang berlangsung di Gedung Baznas RI, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan kerja sama tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) agar memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
"Baznas sangat terbuka terhadap inovasi tata kelola modern. Melalui potensi ZIS yang besar sebagai instrumen impact investing, kami siap berkolaborasi dengan ekosistem global seperti AVPN untuk mengadopsi standar internasional dalam pengukuran dampak sosial, penguatan kapasitas amil, serta memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Baznas Dorong Pengelolaan Zakat Berbasis Dampak Sosial
Zainut menjelaskan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan karitatif yang bersifat jangka pendek.
Baznas juga mengembangkan program pendayagunaan yang mampu menghasilkan perubahan sosial secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui kolaborasi dengan AVPN, Baznas berupaya mengadopsi standar internasional untuk mengukur keberhasilan program pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi zakat sebagai instrumen investasi sosial atau impact investing.
Tiga Fokus Kerja Sama Baznas dan AVPN
Zainut mengungkapkan terdapat tiga fokus utama dalam penguatan kerja sama antara Baznas RI dan AVPN.
Fokus pertama adalah mengintegrasikan standar internasional pengukuran dampak sosial ke dalam berbagai program pemberdayaan Baznas.
Program yang menjadi sasaran penguatan tersebut antara lain ZMart, Balai Ternak, dan program beasiswa.
Fokus kedua mencakup peningkatan kapasitas serta perluasan jejaring pengelola zakat melalui pelatihan dan pertukaran praktik terbaik dalam pengelolaan filantropi internasional.
"Ketiga, memasifkan syiar terkait peran filantropi Islam sebagai pilar strategis pencapaian SDGs di kawasan Asia-Pasifik," ujarnya.
Melalui ketiga fokus tersebut, Baznas berupaya meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus memperluas manfaat program pemberdayaan kepada masyarakat.
Filantropi Islam Didorong Atasi Persoalan Sosial dan Ekonomi
Selain memperkuat pengukuran dampak sosial, Baznas RI mendorong pengarusutamaan filantropi berbasis keimanan atau faith-based philanthropy.
Pendekatan tersebut dipandang memiliki potensi untuk membantu menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi perubahan iklim, pemerataan akses pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif.
Zainut menilai penguatan kolaborasi internasional dapat mendukung perluasan jangkauan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Baznas.
AVPN Nilai Indonesia Strategis dalam Investasi Sosial Asia-Pasifik
Executive Director of Philanthropy AVPN Kurt Peleman menyambut positif peluang kerja sama dengan Baznas RI.
Menurut Peleman, kolaborasi tersebut dapat mempertemukan potensi modal sosial berbasis agama atau faith-based capital dengan pendekatan filantropi modern.
Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem investasi sosial di kawasan Asia-Pasifik.
Potensi zakat di Indonesia juga dipandang dapat menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, Baznas dan AVPN berupaya memperkuat peran filantropi Islam dalam menghasilkan dampak sosial yang terukur sekaligus memperluas kerja sama di tingkat global.
- Penulis :
- Gerry Eka




