
Pantau - Pemilihan umum (pemilu) Selandia Baru yang berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) belum menghasilkan pemenang yang jelas setelah Partai Buruh dan Partai Nasional mencatatkan perolehan suara yang sangat ketat.
Kepastian pembentukan pemerintahan berikutnya masih bergantung pada penghitungan sekitar 300.000 suara khusus yang belum diselesaikan.
Berdasarkan laporan Radio New Zealand yang dikutip Anadolu, Partai Buruh memperoleh 29,4 persen suara atau sebanyak 710.330 suara, sedangkan Partai Nasional meraih 29,2 persen atau 706.680 suara.
Selisih perolehan suara kedua partai tersebut hanya mencapai 3.650 suara sehingga hasil akhir pemilu masih belum dapat dipastikan.
Pemimpin Partai Nasional sekaligus Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengakui bahwa persaingan berlangsung sangat ketat meskipun partainya masih memiliki peluang membentuk pemerintahan berikutnya.
Luxon mengatakan partainya memiliki "jalan untuk membentuk pemerintahan berikutnya, tetapi persaingannya terlalu ketat untuk dipastikan".
Ia menegaskan bahwa penghitungan sekitar 300.000 suara khusus akan menjadi faktor penting dalam menentukan komposisi politik dan arah pembentukan pemerintahan Selandia Baru.
Penghitungan 300 Ribu Suara Khusus Jadi Penentu
Suara khusus menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil akhir pemilu karena mencakup kelompok pemilih yang tidak memberikan suara melalui mekanisme pemungutan suara biasa.
Kategori tersebut meliputi pemilih yang namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) saat memberikan suara.
Suara khusus juga mencakup pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tidak dipublikasikan serta warga Selandia Baru yang memberikan suara dari luar negeri.
Selain itu, kelompok pemilih yang tidak dapat mengakses TPS juga termasuk dalam kategori pemberi suara khusus.
Dengan jumlah sekitar 300.000 suara yang belum dihitung, hasil akhir pemilu masih berpotensi mengalami perubahan setelah seluruh proses penghitungan diselesaikan.
Partai Nasional dan Partai Buruh sama-sama belum mampu memperoleh lebih dari 30 persen suara partai dalam pemilu tersebut.
Kondisi tersebut membuat pembentukan pemerintahan bergantung pada perolehan kursi parlemen dan kemungkinan kerja sama antarpihak politik.
Partai Nasional Unggul Kursi Meski Kalah Tipis dalam Suara
Berdasarkan hasil penghitungan sementara, Partai Nasional berhasil memperoleh 42 kursi parlemen, sedangkan Partai Buruh mendapatkan 36 kursi.
Perolehan tersebut menunjukkan Partai Nasional memiliki jumlah kursi lebih banyak meskipun persentase suara partainya sedikit lebih rendah dibandingkan Partai Buruh.
Dalam sistem parlemen Selandia Baru, sebuah partai atau koalisi membutuhkan sedikitnya 66 kursi untuk mengamankan mayoritas.
Parlemen Selandia Baru memiliki 120 kursi, tetapi komposisi parlemen saat ini diproyeksikan bertambah 11 kursi melalui mekanisme overhang seats.
Mekanisme overhang seats merupakan bagian dari sistem pemilu proporsional campuran atau Mixed-Member Proportional (MMP) yang digunakan Selandia Baru.
Kondisi tersebut terjadi ketika suatu partai memperoleh kursi daerah pemilihan lebih banyak dibandingkan jumlah kursi yang seharusnya diterima berdasarkan proporsi suara partai secara nasional.
Penambahan kursi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah kursi keseluruhan dan kebutuhan mayoritas dalam pembentukan pemerintahan.
Koalisi Christopher Luxon Berpeluang Bentuk Pemerintahan
Koalisi pemerintahan yang dipimpin Christopher Luxon saat ini terdiri atas Partai Nasional, ACT New Zealand, dan New Zealand First.
Berdasarkan penghitungan sementara, ACT New Zealand memperoleh 13 kursi parlemen, sedangkan New Zealand First mendapatkan 12 kursi.
Jika digabungkan dengan 42 kursi Partai Nasional, ketiga partai tersebut memiliki total 67 kursi berdasarkan angka sementara yang dilaporkan.
Jumlah tersebut berada di atas ambang 66 kursi yang disebutkan dalam laporan sebagai syarat untuk membentuk mayoritas parlemen.
Namun, penghitungan suara khusus yang belum selesai membuat hasil akhir pemilu dan kepastian pembentukan pemerintahan masih harus menunggu perkembangan selanjutnya.
Persaingan ketat antara Partai Nasional dan Partai Buruh menjadikan penghitungan suara tersisa sebagai tahapan penting dalam menentukan arah politik Selandia Baru setelah pemilu 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka




