
Pantau - Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang, sukses menyumbang medali emas pertama untuk kontingen Merah Putih di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand setelah menaklukkan wakil tuan rumah di partai final nomor individual compound open men's.
Final Dramatis di Mook Stadium
Pertandingan final berlangsung Sabtu siang di Mook Stadium Field, Nakhon Ratchasima.
Ken Swagumilang yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur, tampil solid dan mencatat total skor 144 dari lima seri dengan rincian 29, 29, 28, 30, dan 28 poin.
Ia mengungguli atlet Thailand, Comsan Singpirom, yang hanya mampu mencatatkan total 142 poin dengan rincian skor 29, 28, 28, 28, dan 29.
"Saya cuma berusaha fokus ke sasaran saja dan tidak memikirkan hal lain, karena dalam panahan hasil memang sulit diprediksi, terutama dipengaruhi faktor angin," ungkap Ken saat diwawancarai oleh ANTARA usai pertandingan.
Ken yang kini berusia 28 tahun mengaku sempat merasa gugup sesaat sebelum pertandingan dimulai.
Namun, arahan dari pelatih membantunya mengendalikan emosi dan kembali fokus pada rencana bertanding.
Persiapan Sederhana, Rutinitas Tenang
Ken menjelaskan bahwa rutinitas sederhana yang ia lakukan malam sebelum pertandingan turut berperan dalam menjaga ketenangan mentalnya.
Ia mengisi waktu dengan bermain gim, menggunakan telepon genggam, serta menjalankan ibadah shalat Maghrib dan Isya.
Rutinitas tersebut membuatnya lebih rileks dan tidak terbebani target medali emas.
Setelah melepaskan anak panah pertama, Ken memilih untuk menikmati setiap seri dengan pendekatan yang tenang.
Ken menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang setelah direlokasi dari Sidoarjo pada 2015.
Langkah ini membawanya bergabung dengan program pembinaan para panahan dan berkembang menjadi atlet nasional.
Ia menganggap medali emas ini sebagai pencapaian penting dan menjadi modal besar untuk target jangka panjang.
Target Ken selanjutnya adalah tampil di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, kejuaraan dunia, serta Paralimpiade Los Angeles 2028.
Ia menyebut bahwa dukungan keluarga, terutama dari orang tua, sangat penting dalam perjalanan kariernya ke depan.
"Sejak awal menekuni panahan, saya mendapat dukungan penuh dari keluarga, termasuk soal peralatan," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Shila Glorya







