Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Klaebo Cetak Sejarah dengan Sembilan Emas Olimpiade Musim Dingin, Norwegia Kokoh di Puncak Klasemen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Klaebo Cetak Sejarah dengan Sembilan Emas Olimpiade Musim Dingin, Norwegia Kokoh di Puncak Klasemen
Foto: (Sumber: Silje Opseth (kiri) dari Norwegia memberi selamat kepada rekan senegaranya Anna Odine Stroem setelah memenangi babak final nomor ski lompat bukit individu putri, 15 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Meng Yongmin. ..)

Pantau - Johannes Hoesflot Klaebo dari Norwegia menjadi atlet pertama dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin yang meraih sembilan medali emas setelah memimpin timnya menjuarai estafet 4 x 7,5 km putra di Stadion Ski Lintas Alam Tesero.

Tim Norwegia mencatatkan waktu 1 jam 4 menit 24,5 detik atau 22,2 detik lebih cepat dari Prancis yang meraih perak, sementara Italia memperoleh medali perunggu.

Dengan kemenangan tersebut, Klaebo melampaui rekor delapan emas yang sebelumnya dipegang bersama legenda Norwegia Bjorn Daehlie, Marit Bjorgen, dan Ole Einar Bjorndalen.

Atlet berusia 29 tahun itu sebelumnya meraih tiga emas di PyeongChang 2018 dan dua emas di Beijing 2022.

Di Milan-Cortina 2026, ia telah mengoleksi empat emas setelah memenangi nomor skiathlon dan dua nomor sprint sebelum estafet.

"Bisa meraih medali kesembilan bersama tim adalah sesuatu yang istimewa dan tidak ada cara yang lebih baik untuk melakukannya," ungkap Klaebo.

Ia menyebut kemenangan estafet tersebut sebagai pencapaian bersama seluruh skuad Norwegia.

Emas Tuan Rumah dan Rekor Baru

Tuan rumah Italia menambah emas melalui Federica Brignone pada nomor giant slalom putri dengan catatan waktu gabungan 2 menit 13,50 detik.

Tiga hari sebelumnya, Brignone juga memenangi emas nomor super-G yang menjadi emas Olimpiade pertamanya.

Keberhasilan itu diraih setelah hampir 10 bulan menjalani pemulihan pascaoperasi lutut.

Peraih perak Sara Hector dan Thea Louise Stjernesund memberikan penghormatan kepada Brignone sebelum memeluknya di area finis.

Atlet Belanda Femke Kok merebut emas nomor 500 meter putri dengan waktu 36,49 detik sekaligus mencetak rekor baru Olimpiade.

Jutta Leerdam meraih perak dan Miho Takagi mendapatkan perunggu yang menjadi medali Olimpiade kesembilannya.

Prestasi Cabang Lain dan Klasemen Sementara

Atlet Inggris Matt Weston meraih dua emas di Cortina setelah menjuarai nomor skeleton tim campuran bersama Tabitha Stoecker dengan waktu rekor lintasan 1 menit 59,36 detik setelah sebelumnya juga memenangi emas nomor perseorangan putra.

China untuk pertama kalinya sejak 2006 melaju ke semifinal speed skating nomor team pursuit putra setelah mencatatkan waktu 3 menit 41,66 detik pada perempat final.

"Itu sudah menjadi performa tingkat tinggi bagi kami dalam latihan," ujar Wu Yu.

Li Wenhao menambahkan timnya terus meningkat sepanjang musim dan optimistis bisa tampil lebih cepat di babak berikutnya.

Pada nomor snowboard slopestyle putra, Su Yiming melaju ke final setelah meraih 72,78 poin pada putaran terbaiknya di babak kualifikasi dan final dijadwalkan berlangsung 18 Februari bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-22.

Sui Wenjing dan Han Cong kembali tampil di Olimpiade pada nomor figure skating pasangan dan lolos ke segmen free skate setelah finis keenam di program pendek.

Norwegia juga menambah emas cabang lompat ski melalui Anna Odine Stroem pada nomor large hill putri.

Italia meraih emas pertama sepanjang sejarah di cabang biathlon melalui Lisa Vittozzi pada nomor pursuit 10 km putri dengan waktu 30 menit 11,8 detik sementara Martin Ponsiluoma dari Swedia memenangi emas nomor pursuit 12,5 km putra dengan waktu 31 menit 11,19 detik.

Inggris meraih emas snowboard cross tim campuran dan Mikael Kingsbury dari Kanada menjuarai nomor dual moguls putra cabang freestyle skiing.

Hingga hari kesembilan, Norwegia memimpin klasemen perolehan medali dengan 12 emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu diikuti Italia dan Amerika Serikat di peringkat kedua dan ketiga.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti