
Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir mengajak para menteri olahraga di kawasan ASEAN untuk membentuk ajang olahraga berskala internasional di luar SEA Games usai pembukaan Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Sanur, Denpasar, Bali pada 4 Mei 2026.
Erick menilai kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk sekitar 650 juta jiwa serta pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Ia mengungkapkan, "Kita punya region ini ada 650 juta. Salah satu yang terbesar di dunia dan pertumbuhan ekonominya sangat bagus. Dan kita lihat memang sport tourism, sport industri jadi menjadi bagian untuk pembangunan ekonomi ke depan."
Potensi Sport Tourism dan Ajang Lintas Negara
Erick mencontohkan keberhasilan ajang maraton di kota-kota dunia seperti London, Boston, New York, dan Tokyo yang mampu menarik partisipasi global sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Ia mendorong negara-negara Asia Tenggara menciptakan ajang serupa seperti maraton atau balap sepeda lintas negara sebagai identitas kawasan.
Ia menyatakan, "Kenapa Asia Tenggara tidak punya maraton sendiri? Bisa melibatkan Singapura, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan lainnya agar tercipta sinergi program olahraga."
Pembenahan SEA Games dan Sistem Pembinaan Atlet
Selain pembentukan ajang baru, Erick menekankan pentingnya pembenahan SEA Games agar lebih berkelanjutan dan terintegrasi dengan sistem pembinaan atlet menuju Asian Games dan Olimpiade.
Ia menyoroti perlunya konsistensi cabang olahraga yang dipertandingkan agar atlet berprestasi tetap memiliki ruang kompetisi yang jelas.
Erick mengungkapkan masih terdapat kendala seperti tidak dipertandingkannya cabang olahraga tertentu yang menghambat atlet untuk tampil di level regional.
Ia menegaskan perlunya kesepahaman antarnegara dan Komite Olimpiade Nasional untuk merumuskan format ideal SEA Games yang lebih berkualitas.
Pembahasan tersebut akan dilakukan bersama para menteri olahraga dan NOC masing-masing negara untuk meningkatkan kualitas ajang secara menyeluruh.
Erick menekankan pembenahan SEA Games bukan untuk kepentingan satu negara tuan rumah, melainkan untuk memperkuat ekosistem olahraga Asia Tenggara.
Dalam forum tersebut, sejumlah negara juga menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah SEA Games di masa depan, termasuk Laos yang mengajukan diri untuk tahun 2031.
Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 merupakan forum tingkat tinggi antarmenteri di bidang kepemudaan dan olahraga di Asia Tenggara yang diinisiasi Indonesia.
Pertemuan ini mengusung tema "Strengthening SEA Youth Collaboration and Sports Diplomacy for a Resilient Future" sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis serta kolaborasi pemuda dan diplomasi olahraga di kawasan.
- Penulis :
- Shila Glorya





