
Pantau - World Boxing Council (WBC) menetapkan juara dunia kelas bridger Kevin Lerena akan menghadapi petinju Belgia Ryad Merhy dalam laga wajib mempertahankan sabuk juara dunia pada 30 Mei 2026 di Belgia.
WBC menyebut pertarungan tersebut menjadi laga penting di divisi kelas bridger karena mempertemukan juara bertahan dengan penantang berpengalaman yang tampil di kandang sendiri.
“Laga tersebut menjadi salah satu momen penting bagi divisi super jelajah WBC karena mempertemukan juara bertahan dengan penantang berpengalaman yang akan tampil di depan publik sendiri,” tulis WBC dalam laman resminya, Selasa (12/5/2026).
Lerena Andalkan Rekor Positif atas Merhy
Kevin Lerena memasuki pertarungan dengan status juara bertahan setelah merebut sabuk juara dunia pada 2025.
Petinju asal Afrika Selatan berusia 32 tahun itu memiliki catatan profesional 31 kemenangan, termasuk 15 kemenangan KO, dan tiga kekalahan.
Lerena juga memiliki rekor positif atas Ryad Merhy setelah menang angka mutlak dalam pertemuan pertama mereka pada 2023 di Afrika Selatan.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu penampilan penting Lerena dalam mempertahankan posisinya di level elite kelas bridger.
Selain dikenal memiliki teknik bertarung yang solid, Lerena juga dinilai berpengalaman menghadapi sejumlah petinju papan atas dunia.
Merhy Bidik Balas Kekalahan di Kandang Sendiri
Sementara itu, Ryad Merhy akan memanfaatkan keuntungan bertanding di Belgia untuk membalas kekalahan sebelumnya dari Lerena.
Petinju Belgia berusia 32 tahun itu memiliki rekor profesional 33 kemenangan dengan 27 di antaranya diraih melalui KO dan tiga kali kalah.
Merhy dikenal sebagai petinju agresif dengan kekuatan pukulan yang berbahaya dan pernah menyandang gelar juara dunia interim di divisi lain.
Dalam beberapa pertarungan terakhir, Merhy tampil impresif sehingga duel melawan Lerena disebut menjadi peluang terbesar dalam kariernya untuk merebut sabuk juara dunia WBC.
Pertarungan diprediksi berlangsung ketat karena kedua petinju memiliki gaya bertarung berbeda.
Lerena lebih mengandalkan teknik dan mobilitas, sedangkan Merhy dikenal mampu menyelesaikan laga dengan cepat melalui KO.
Selain mempertaruhkan sabuk juara WBC, duel tersebut juga menjadi ujian penting bagi perkembangan divisi kelas bridger yang terus mendapat perhatian sejak diperkenalkan dalam tinju profesional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





