
Pantau - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung resmi memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau Pelatnas PBSI setelah menjalani proses pemulihan kesehatan akibat vertigo.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan pihaknya menghormati keputusan Gregoria yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi bulu tangkis Indonesia.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Jumat.
Keputusan pengunduran diri Gregoria juga telah dikomunikasikan dengan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI Imam Tohari.
Gregoria Ucapkan Terima Kasih untuk PBSI
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan dan kepercayaan selama 12 tahun menjadi bagian dari pelatnas.
PBSI menyebut keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam tahap pemulihan dari penyakit vertigo yang dideritanya sejak Maret 2025.
Hingga saat ini, pebulu tangkis berusia 26 tahun tersebut mengaku belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding di level kompetitif.
Kondisi kesehatan yang belum stabil juga membuat Gregoria beberapa kali absen dari sejumlah turnamen penting internasional.
PBSI Beri Apresiasi atas Pengabdian Gregoria
PBSI menerima dan menghormati keputusan Gregoria untuk meninggalkan pelatnas serta menyampaikan apresiasi atas perjuangannya selama membela Indonesia di berbagai ajang internasional.
Federasi bulu tangkis nasional itu juga berharap Gregoria dapat segera pulih dan meraih kesuksesan di masa mendatang.
Selama memperkuat Indonesia, Gregoria menjadi salah satu andalan tunggal putri Merah Putih di berbagai turnamen internasional dan dikenal konsisten membawa prestasi bagi Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





