
PANTAU - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari gagal meraih gelar Australian Open 2026 setelah kalah dari pasangan China Jia Yi Fan dan Zhang Shu Xian pada partai final di Quaycentre, Sydney.
Ana/Trias Kalah Dua Gim Langsung di Partai Puncak
Pada pertandingan final tersebut, Febriana dan Meilysa harus mengakui keunggulan lawannya dalam dua gim langsung dengan skor 22-24 dan 13-21.
Febriana mengungkapkan bahwa pada gim pertama mereka sebenarnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal.
Ia mengatakan, “Di gim pertama tadi memang dari awal kami sebenarnya sudah pegang permainan, tapi pada saat poin-poin kritis itu butuh ketenangan yang lebih lagi dan lebih sabar lagi. Kami malah jadi terburu-buru ketika unggul. Di gim kedua coba lagi tapi mereka sudah lebih siap.”
Menurut Ana, kurangnya ketenangan dan kesabaran pada poin-poin krusial menjadi salah satu faktor yang membuat mereka gagal mengamankan gim pertama.
Pada gim kedua, pasangan China dinilai tampil lebih siap sehingga sulit untuk dikejar.
Kekalahan tersebut membuat Ana dan Trias kembali harus puas menyandang status runner-up Australian Open untuk dua tahun berturut-turut.
Pengalaman Final Jadi Modal untuk Turnamen Berikutnya
Meski gagal menjadi juara, Meilysa Trias Puspitasari tetap bersyukur atas hasil yang diraih dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti turnamen.
Ia mengungkapkan, “Positifnya di sini kami dapat suasana dan hawa pertandingannya, semoga ke depan bisa seperti ini terus.”
Sementara itu, Ana menyatakan akan menjadikan penampilan di Australian Open 2026 sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas permainannya.
Ia berharap dapat memperbaiki aspek keyakinan, keberanian bermain, kesabaran, ketenangan, serta fokus pada poin-poin penentuan.
Ana mengatakan, “Ke depan yang harus ditingkatkan dari segi keyakinan dan lebih nekat, sabar dan tenangnya juga serta fokus di poin-poin akhir.”
- Penulis :
- Gerry Eka





