
Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ajang balap motor bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 dan menjadi penyelenggaraan MotoGP Indonesia untuk kelima kalinya di Mandalika.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat nation branding Indonesia, memperkuat posisi Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya, Jumat.
Menpora menegaskan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MotoGP Indonesia karena terbukti memberikan dampak positif bagi sektor olahraga, pariwisata, dan ekonomi.
Dampak Ekonomi Capai Triliunan Rupiah
Erick mengungkapkan MotoGP Indonesia 2025 mencatat kehadiran 140.324 penonton dan menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun.
Perputaran ekonomi di Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah juga mencapai Rp2 triliun hingga Rp4 triliun dengan efek lanjutan yang lebih besar.
Kegiatan tersebut turut melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.
Menurut Erick, capaian tersebut menjadi bukti Indonesia mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional secara profesional dan berkelanjutan.
Jadi Ajang Lahirkan Talenta Balap Nasional
Selain berdampak pada ekonomi dan pariwisata, MotoGP juga dinilai berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem olahraga otomotif nasional.
Erick menyebut kehadiran ajang balap dunia tersebut dapat menjadi referensi bagi klub balap, sekolah balap, hingga komunitas motorsport di Indonesia.
“Apalagi sudah ada pembalap lokal yang berprestasi di tingkat dunia seperti Mario Aji dan Veda Ega Pratama,” katanya.
Ia berharap MotoGP Mandalika 2026 mampu menciptakan dampak yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dengan semakin berkembangnya prestasi pembalap Indonesia di level internasional.
“Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, menciptakan talenta juga sudah terbukti. Tinggal bagaimana kita semua bisa terus meningkatkannya agar acara seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” ungkapnya.
Erick menambahkan pengembangan sport tourism dan peningkatan prestasi olahraga telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Presiden Prabowo Subianto sehingga pemerintah akan terus mendukung penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Tanah Air.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








