HOME  ⁄  Olahraga

Alexander Zverev Naik ke Peringkat Dua Dunia ATP usai Jadi Runner-up Wimbledon 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Alexander Zverev Naik ke Peringkat Dua Dunia ATP usai Jadi Runner-up Wimbledon 2026
Foto: (Sumber :Petenis Jerman Alexander Zverev (kanan) berpose dengan trofi setelah menjadi runner up Wimbledon seusai kalah dari petenis Italia Jannik Sinner (kiri) pada final di Centre Court All England Club, London, Inggris, Minggu (12/7/2026). Wimbledon)

Pantau - Alexander Zverev dipastikan naik ke peringkat dua dunia ATP, menggeser Carlos Alcaraz, meski harus puas menjadi runner-up Wimbledon 2026 setelah kalah dari petenis nomor satu dunia Jannik Sinner pada partai final yang berlangsung Senin WIB.

Zverev Lanjutkan Tren Positif Musim 2026

Kenaikan peringkat tersebut melanjutkan performa impresif Zverev sepanjang musim ini setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros dan menembus final Wimbledon untuk pertama kali dalam kariernya.

"Pada tahun ini ada perkembangan. Saya pikir saya mampu menekan mereka. Saya memang belum mengalahkan mereka tahun ini, tetapi saya berhasil memaksa mereka bermain hingga batas kemampuan," ungkap Zverev.

Posisi baru itu juga memperkuat status Zverev sebagai salah satu pesaing utama dominasi Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz di turnamen-turnamen besar.

Sepanjang musim ini, Zverev membawa Alcaraz bermain hingga lima set pada semifinal Australian Open sebelum kembali memberikan perlawanan sengit kepada Sinner pada final Wimbledon yang berakhir dalam empat set.

"Walaupun berlangsung empat set, saya pikir itu adalah empat set yang sangat ketat dan juga bisa saja berlanjut hingga lima set," katanya.

Meski gagal meraih gelar, Zverev mengaku puas dengan kualitas pertandingan yang ditampilkan di Centre Court.

"Saya merasa kami bermain pada level yang hampir sama dan sangat tinggi. Saya pikir kami berdua tampil luar biasa pada dua set pertama," ujarnya.

Gaya Bermain Agresif Jadi Kunci Peningkatan Performa

Menurut Zverev, kesalahan pukulan forehand pada awal tie-break set kedua menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

"Itu sedikit mengubah jalannya pertandingan. Namun secara keseluruhan saya pikir level pertandingan sangat bagus," katanya.

Petenis berusia 29 tahun itu menilai perubahan gaya bermain yang lebih agresif menjadi faktor penting di balik peningkatan performanya musim ini.

"Itulah tenis yang ingin saya mainkan dan gaya bermain yang ingin saya terapkan. Pada awal musim saya memang sedikit kesulitan dengan gaya ini, tetapi saya terus melakukannya secara konsisten," ungkapnya.

Zverev optimistis pendekatan tersebut akan terus membawanya berkembang setelah mencatat gelar Grand Slam perdana di Roland Garros, final Wimbledon pertama, serta semifinal pada empat dari lima turnamen ATP Masters 1000 yang diikutinya musim ini.

"Saya memenangi gelar Grand Slam pertama dalam karir saya di Paris. Saya mencapai final Wimbledon untuk pertama kalinya. Berarti ada sesuatu yang berjalan dengan baik. Memang belum sempurna, tetapi saya yakin kami bergerak ke arah yang benar," pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf