
Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan program pembangunan kepemudaan Indonesia Youth Summit (IYS) akan bekerja sama dengan sembilan negara untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pembangunan kepemudaan sebagai upaya memperkuat kapasitas generasi muda Indonesia menuju calon pemimpin masa depan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick kepada awak media usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penyelenggaraan Wirasena Youth Camp dan Indonesia Sport Summit 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Erick mengungkapkan, "Ada Amerika, China, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Australia, Saudi Arabia, dan lainnya,".
Indonesia Youth Summit Jadi Fondasi Peta Jalan Kepemudaan
Indonesia Youth Summit merupakan program pengembangan kepemimpinan yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia untuk berdiskusi mengenai isu sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta pembangunan nasional.
Program tersebut diikuti oleh mahasiswa, pelajar, aktivis, wirausahawan muda, dan profesional muda yang akan berkolaborasi mencari solusi atas berbagai persoalan strategis.
Erick mengatakan program tersebut akan dimaksimalkan sebagai fondasi dalam membuka pola pikir generasi muda sekaligus menjadi dasar penyusunan peta jalan kepemudaan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda beserta keberlanjutannya.
Belajar dari Praktik Global
Erick menjelaskan kerja sama dengan negara-negara yang dinilai unggul dalam pembangunan kepemudaan dilakukan agar Indonesia dapat melakukan perbandingan dan mempelajari praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk memajukan pembangunan kepemudaan nasional.
Ia mengungkapkan, "Insyaallah, saya juga sudah mengontak UN (United Nations), nanti kita minta juga benchmarking secara global mengenai kepemudaan kita, bagaimana posisi kita untuk memperbaharui, berinvestasi, untuk masa depan kepemudaan kita,".
Erick menegaskan Indonesia Youth Summit merupakan program yang sangat penting karena dapat membuka jalan bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.
Ia mengingatkan generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar Indonesia tidak kalah bersaing dengan bangsa lain yang berpotensi menurunkan daya saing nasional apabila pembangunan kepemudaan tidak dilakukan secara optimal.
- Penulis :
- Arian Mesa





