HOME  ⁄  Olahraga

Timnas Tenis Meja Indonesia Tak Dibebani Target Tinggi di Asian Games 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Timnas Tenis Meja Indonesia Tak Dibebani Target Tinggi di Asian Games 2026
Foto: (Sumber :Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesia Pingpong League (IPL) Yon Mardiono, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Senin (9/3/2026). ANTARA/Donny Aditra (ANTARA).)

Pantau - Tim nasional tenis meja Indonesia tidak dibebani target tinggi pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, karena ketatnya persaingan dengan negara-negara Asia yang mendominasi peringkat dunia.

Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL) Yon Mardiono mengatakan delapan dari 10 pemain peringkat teratas dunia berasal dari Asia sehingga melangkah sejauh mungkin menjadi ambisi realistis Indonesia.

"Karena persaingan tenis meja di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sangat luar biasa, dominasi negara-negara Asia di papan atas ranking dunia sebagai tantangan nyata," ujar Yon.

Yon menilai keberhasilan memperoleh medali sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi tim tenis meja Indonesia.

"Tapi yang pasti pembangunan dan pembinaan atlet jangka panjang, memastikan proses seleksi yang transparan dan berbasis performa terukur sebagai menuju prestasi internasional, itu harus dimulai dari sekarang," tegas Yon.

Timnas Jalani Pelatnas dan Uji Coba

Tim nasional telah menjalani pemusatan latihan nasional di ONIC sejak 20 Juli 2026 hingga menjelang keberangkatan menuju Asian Games.

Sebagai bagian dari persiapan, tim juga dijadwalkan mengikuti World Table Tennis (WTT) di Filipina pada 6-13 September 2026.

Para pemain kemudian akan mengikuti Asian Games 2026 yang berlangsung pada 20-28 September 2026.

"Seluruh atlet dalam kondisi baik dan fit, tidak ada laporan cedera maupun pergantian atlet," kata Yon.

Sebanyak 12 Atlet Ikuti Pelatnas

Sebanyak 12 atlet mengikuti pelatnas tenis meja di bawah arahan pelatih Anton Suseno.

Enam atlet putra yang mengikuti pelatnas adalah M. Bima Abdinegara, M. Naufa Junindra, Affan Mauladana, Gusty Syaiful, M. Kahfi, dan Braydon Susilo.

Enam atlet putri terdiri atas Citra Rasmi, Almaira Nebuchadnezar, Komang Anik, Cindy Marcella, Devinta Maharani, dan Aminah.

Program persiapan tersebut diarahkan untuk meningkatkan performa para atlet sekaligus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang menuju prestasi internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf