
Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengajak generasi muda terlibat langsung mengisi berbagai program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pemuda menjadi salah satu pilar utama pembangunan menuju Indonesia Emas.
Erick menyampaikan ajakan tersebut dalam kegiatan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Untuk Rakyat (GEMURA) di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Erick, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai peserta, tetapi juga diharapkan berperan aktif dalam menentukan dan mengisi program-program Kemenpora.
Salah satu program yang disiapkan adalah lomba debat yang mengangkat berbagai isu relevan dengan perkembangan zaman, mulai dari kesehatan mental hingga ekonomi hijau dan ekonomi digital.
“Kalian (pemuda) yang mengisi program itu. Kami siapkan lomba debat tapi coba debat mengenai mental health, green economy, digital economy. Supaya tidak tertinggal,” kata dia.
Pembahasan berbagai isu tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mengikuti perkembangan zaman dan menghadapi perubahan global.
Kemenpora Siapkan Wirasena Youth Camp 2026
Selain mendorong keterlibatan pemuda dalam program kementerian, Erick mengatakan pemerintah berupaya membangun karakter generasi muda agar memiliki jiwa patriotik, gigih, dan berempati.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Wirasena Youth Camp 2026 yang menjadi program unggulan hasil kolaborasi Kemenpora RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wirasena Youth Camp 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–31 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 168 peserta terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk menjaring talenta pemuda dari 38 provinsi sekaligus memperkuat persatuan bangsa melalui pengenalan lintas budaya, adat istiadat, dan berbagai praktik sosial yang berkembang di daerah.
Kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi instrumen untuk mendukung sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Penyelenggaraan Wirasena Youth Camp akan berdampingan dengan Indonesia Youth Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026.
Erick mengatakan program youth camp juga akan melibatkan generasi muda dari negara lain, dengan pemuda Singapura direncanakan ikut berpartisipasi dalam kegiatan di Indonesia.
Pada tahun berikutnya, program tersebut ditargetkan melibatkan peserta dari sembilan negara, termasuk Australia, Inggris, dan China.
“Ada youth camp. Nanti pemuda Singapura ikut youth camp kita. Tahun depan ada sembilan negara termasuk Australia, Inggris, dan China. Supaya kita bisa bersemangat. Kita ini platform buat masa depan bangsa kita,” jelas dia.
Raffi Ahmad Ajak Pemuda Lawan Hoaks
Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengajak generasi muda berperan aktif melawan penyebaran hoaks.
Raffi menggambarkan perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan generasi terdahulu dalam merebut kemerdekaan karena pemuda kini dapat menggunakan jari jemari untuk melawan penyebaran informasi palsu.
“Dulu nenek motang yang kita untuk merdeka pakai bambu runcing, pakai pistol. Sekarang pakai jari jemari melawan hoaks Itu juga adalah untuk perjuangan kita,” kata dia.
Raffi menilai Indonesia tidak kekurangan anak muda yang memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Berdasarkan data yang disampaikan Raffi, Indonesia memiliki sekitar 65 juta penduduk berusia muda yang akan menjadi kelompok penerus perjuangan dan pembangunan bangsa pada masa mendatang.
Karena itu, Raffi mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan generasi muda demi kepentingan bangsa Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick




