
Pantau - Presiden Prabowo Subianto merestui rencana penerapan pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang atau multi-years untuk memperkuat pembinaan atlet Indonesia secara berkelanjutan.
Presiden juga memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk segera mengirimkan surat kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengenai kerangka aturan pelaksanaan pelatnas multi-years.
Erick menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers setelah Presiden Prabowo melepas Kontingen Garuda untuk Asian Games 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu.
Pelatnas Tak Lagi Terhambat Jeda Anggaran
"Beliau langsung meminta saya untuk mengirimkan surat segera kepada Mensesneg bagaimana pelatnas itu bisa nanti multi-years. Tidak lagi pertahun, pertahun, pertahun. Nah, ini terobosan yang luar biasa. Contoh dari Wushu, sedang melakukan pelatnas, lalu anggaran berikutnya baru cair April. Padahal pelatnasnya ya terus, Januari, Februari, Maret, April," kata Menpora Erick Thohir.
Menurut Erick, penerapan pelatnas jangka panjang menjadi jalan untuk memastikan proses pembinaan atlet berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan skema tersebut, kegiatan pelatnas diharapkan tidak lagi harus terhenti sementara akibat menunggu pencairan anggaran pada tahun berikutnya.
Erick mencontohkan persoalan yang dihadapi cabang olahraga wushu ketika pelatnas harus terus berlangsung sejak Januari, sedangkan anggaran berikutnya baru cair pada April.
Melalui sistem pelatnas multi-years, atlet diharapkan dapat terus menjalani program latihan tanpa harus dipulangkan karena persoalan jeda anggaran.
"Itu jangan sampai atlet harus pulang, dan lain-lain. Itu terobosan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, dan mudah-mudahan dukungan dari semua kementerian, terutama di kementerian (bidang) ke-ekonomian, dan juga nantinya Pak Menkeu itu sendiri," ujar Erick.
Pembicaraan mengenai pelatnas jangka panjang di Istana Negara turut diikuti sejumlah pimpinan federasi olahraga nasional.
Mereka antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia Yenny Wahid, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Sugiono, dan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.
Prabowo Tekankan Transparansi Pendanaan
Erick juga menjelaskan pandangan Presiden Prabowo mengenai mekanisme pendanaan pelatnas yang dapat dilakukan secara lintas tahun.
Menurut penjelasan Erick mengenai pandangan Presiden, anggaran yang tersedia pada tahun berjalan maupun tahun berikutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan pelatnas.
Anggaran tahun berikutnya yang masih tersisa karena efisiensi juga dapat digunakan secara lintas tahun sesuai mekanisme yang nantinya ditetapkan.
Presiden disebut bersedia menambah anggaran apabila dana yang tersedia masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pelatnas.
Namun, mekanisme penggunaan anggaran pelatnas harus dilaksanakan secara transparan dan memiliki tata kelola yang dapat mencegah terjadinya penyimpangan maupun kasus korupsi.
"Kalau tadi pandangan dari Bapak Presiden, yang terpenting dari anggaran kami itu tahun ini ada, tahun depan ada. Itu bisa lintas tahun. Yang tahun depan, misalnya, dengan efisiensi masih tersisa bisa lintas tahun. Kalau kurang, Bapak Presiden mau nambahin. Hal yang penting, bagaimana mekanisme itu harus transparan dan juga tidak ada indikasi hal-hal yang memang menjadi kasus korupsi di kemudian (hari). Kami harus transparan semuanya dan kami harus lindungi atlet kita," kata Menpora Erick Thohir.
Wacana penerapan pelatnas jangka panjang sebelumnya pernah disampaikan Erick Thohir pada 1 Juli 2026.
Erick menilai pelatnas yang berlangsung secara berkelanjutan sepanjang tahun dapat memberikan dampak positif secara mendasar terhadap peningkatan prestasi atlet Indonesia.
Pelatnas berkelanjutan juga dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi ajang olahraga multicabang internasional.
Salah satu ajang yang menjadi fokus pembinaan adalah Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada September 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa




