
Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid mendukung gagasan pembentukan dana pensiun bagi atlet sebagai jaminan masa depan setelah melewati usia produktif yang relatif singkat.
Yenny menyampaikan dukungan tersebut seusai menghadiri pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
"Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah memulai walau belum berupa dana pensiun," kata Yenny.
Atlet Perlu Peta Jalan Finansial
Yenny mengatakan masa produktif seorang atlet relatif terbatas sehingga diperlukan peta jalan agar kondisi finansial mereka tetap terjaga setelah tidak lagi berada di puncak prestasi.
PB FPTI telah memulai pelatihan inklusi keuangan kepada atlet agar mereka mampu mengelola pendapatan yang diperoleh selama masih berada pada usia produktif.
Menurut Yenny, kemampuan tersebut penting karena atlet dapat memperoleh penghasilan dari hadiah pertandingan, sementara periode untuk mengejar prestasi tidak berlangsung sepanjang karier.
"Usia produktif atlet itu sangat terbatas, ya. Mungkin di atas usia 35 tahun sudah berbeda," katanya.
Yenny mengatakan atlet perlu memahami pengelolaan aset dan pendapatan sehingga hasil yang diperoleh selama masa produktif dapat menjadi bekal setelah pensiun.
Pengelolaan keuangan tersebut dapat dilakukan melalui investasi, pembelian aset, maupun mekanisme dana pensiun.
"Yang harus kita pikirkan adalah ada peta jalan bagi atlet. Ketika sudah prestasi tercapai, kemudian secara finansial dia tetap stabil memasuki masa pensiun," kata dia.
Negara Dinilai Bisa Terlibat dalam Skema Pensiun
Yenny menilai skema dana pensiun idealnya turut melibatkan negara, khususnya bagi atlet yang mendapatkan penghasilan atau gaji dari negara.
Namun, atlet juga perlu mempersiapkan kondisi finansial secara mandiri karena tidak seluruh atlet berada dalam skema penggajian negara.
Yenny menyebut pemerintah dapat membuka akses pekerjaan bagi atlet berprestasi setelah melewati masa kompetitif, termasuk kesempatan menjadi anggota TNI atau Polri.
"Bisa juga yang dilakukan pemerintah itu memberikan akses untuk dia bisa menjadi pegawai negeri misalnya. Bapak Prabowo sering memberikan akses untuk bisa masuk TNI atau Polri," kata Yenny.
Berbagai skema tersebut diharapkan memberikan kepastian masa depan sehingga atlet dapat lebih fokus mengejar prestasi selama masih berada pada usia produktif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




