
Pantau - Atlet Indonesia Emilia Nova kembali menekuni nomor saptalomba atau heptathlon pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah sempat meninggalkan nomor tersebut untuk fokus pada lari gawang hingga menjalani masa pemulihan akibat cedera dan operasi.
Emilia menuntaskan tujuh disiplin saptalomba Asian Games 2026 di posisi ketujuh dengan mengumpulkan total 5.279 poin di Nagoya, Jepang.
Keputusan kembali ke saptalomba menjadi kelanjutan perjalanan panjang Emilia yang telah mengenal nomor tersebut sejak berusia 19 tahun.
"Saya dulu mulai saptalomba umur 19 tahun, 2014. Karena lari gawang saya jelek dulu, akhirnya saya coba saptalomba karena motorik saya bagus," kata Emilia setelah menuntaskan saptalomba di Mizuho Sports Park, Nagoya, Jepang, Jumat (25/9/2026).
Sempat Tinggalkan Saptalomba demi Lari Gawang
Setelah berlatih saptalomba sekitar dua tahun, Emilia mampu memecahkan rekor nasional yang sebelumnya bertahan selama 23 tahun.
Ia kemudian meraih medali perak saptalomba pada SEA Games Kuala Lumpur 2017 sebelum memutuskan lebih fokus pada nomor lari gawang.
Perjalanannya di lari gawang juga menghasilkan sejumlah prestasi, termasuk gelar juara PON dan rekor nasional.
Emilia kemudian meraih medali perak lari gawang pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 setelah menjalani sejumlah uji coba internasional, termasuk di Amerika Serikat dan Korea Selatan.
"Di Asian Games saya dapat perak karena saya sudah siap dan sudah sering bertanding. Jadi enak untuk evaluasi latihan," ujar Emilia.
Emilia sempat kembali mencoba saptalomba, tetapi harus menghadapi cedera yang membuatnya menjalani operasi dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi.
Situasi tersebut sempat membuat Emilia mempertimbangkan kembali keputusannya menekuni saptalomba.
Namun, ia melihat peluang untuk kembali berprestasi karena nomor tersebut membutuhkan kemampuan motorik dan daya tahan untuk menyelesaikan tujuh disiplin dalam satu rangkaian pertandingan.
"Saya akhirnya turun saptalomba karena melihat peluang. Di saptalomba kayaknya lebih mudah karena tidak banyak orang yang mau capek dan tidak banyak yang motoriknya bagus," kata Emilia.
Pecahkan Rekor Nasional di Usia 30 Tahun
Keputusan Emilia kembali menekuni saptalomba membuahkan medali emas pada PON Aceh-Sumut 2024.
Ia melanjutkan prestasinya dengan merebut emas SEA Games Thailand 2025 sekaligus memecahkan rekor nasional setelah mengumpulkan 5.497 poin.
Catatan tersebut melampaui rekor miliknya sendiri sebanyak 5.386 poin yang bertahan sejak SEA Games 2017.
Emilia mengatakan saptalomba menguras energi karena atlet harus menjalani tujuh disiplin sehingga membutuhkan persiapan yang matang.
Menurut dia, atlet Indonesia juga membutuhkan lebih banyak kesempatan mengikuti kompetisi internasional sebagai uji coba sekaligus bahan evaluasi.
"Kalau latihan terus tidak ada pertandingan, jenuh juga. Pertandingan itu diperlukan buat pelatih dan atlet evaluasi hasil latihan," ujarnya.
"Kalau latihan saja, kita kadang cuma mengandalkan motivasi dari diri sendiri. Tapi kalau ada pertandingan, kita tahu salahnya di mana dan apa yang harus dievaluasi."
Emilia Belum Berpikir Gantung Sepatu
Pada usia 30 tahun, Emilia menyatakan masih ingin bersaing dan belum berencana mengakhiri kariernya sebagai atlet.
"Selama badan ini masih kuat, hajar terus. Kalau sudah tidak kuat, barulah gantung sepatu," kata atlet kelahiran 1995 tersebut.
Emilia menilai usia bukan menjadi alasan untuk berhenti setelah dirinya mampu bangkit dari operasi dan cedera lutut hingga kembali mencatatkan prestasi.
"Alhamdulillah, di umur 30 saya malah pecah rekor dan dapat medali terbanyak di atletik. Saya ingin menginspirasi orang-orang yang sudah pasrah sama umur," ujar Emilia.
Perjuangan Emilia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir di peringkat ketujuh saptalomba dengan total 5.279 poin setelah menyelesaikan seluruh tujuh nomor pertandingan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




