HOME  ⁄  Olahraga

Program Namu Balai Kota Diserbu Warga, Pramono Anung Pastikan Digelar Rutin Dua Kali Sebulan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Program Namu Balai Kota Diserbu Warga, Pramono Anung Pastikan Digelar Rutin Dua Kali Sebulan
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut antusiasme masyarakat terhadap program Namu Balai Kota sangat tinggi hingga membuat antrean pendaftaran memanjang sejak program tersebut mulai dibuka pada Sabtu (3/10/2026).

Program berupa walking tour itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung sejumlah ruangan dan fasilitas di kompleks Balai Kota Jakarta yang selama ini digunakan untuk aktivitas pemerintahan.

“Namu Balai Kota memang antusiasmenya tinggi sekali. Kan kita sampai ganti shift shift sebenarnya. Tetapi karena antusiasmenya yang di luar dugaan sehingga antriannya menjadi panjang,” jelas Pramono saat dijumpai di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

Antrean Panjang karena Antusiasme Tinggi

Pramono menilai antrean panjang masih menjadi hal yang wajar karena Namu Balai Kota baru pertama kali dilaksanakan pada Sabtu (3/10/2026).

Pemprov DKI Jakarta membagi pengunjung dalam beberapa sesi untuk mengikuti tur di kompleks Balai Kota dengan waktu kunjungan mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.

“Tetapi prinsipnya adalah karena ini baru hari pertama pasti itu biasa terjadi. Tetapi kami akan secara rutin membuka itu supaya warga Jakarta yang pengen tahu tentang Balai Kota dan seluruh isinya kami persilakan,” kata Pramono.

Pramono memastikan Namu Balai Kota akan digelar secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal lingkungan pusat pemerintahan Jakarta.

Warga Bisa Melihat Ruang Gubernur

Dalam program tersebut, masyarakat dapat mengunjungi sejumlah ruangan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas pemerintahan, termasuk ruang kerja gubernur, ruang rapat, tempat pelantikan, dan Balairung.

“Ruangan gubernur, kemudian tempat untuk melakukan pelantikan, Balairung, Balai Kota, dan sebagainya,” jelas Pramono.

Pramono mengatakan masih terdapat sejumlah fasilitas lain di kompleks Balai Kota yang berpeluang dibuka untuk dikunjungi masyarakat.

“Tentunya juga akan ada beberapa lain yang saya persilakan untuk bisa dibuka dan kepada publik. Mudah-mudahan dengan demikian ini akan menjadi lebih baik,” kata Pramono.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai program Namu Balai Kota dapat mengakses laman Smart City Jakarta dan aplikasi JAKI.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026