HOME  ⁄  Olahraga

Sebanyak 78 Atlet Dunia Bersaing di CMAS World Championship Underwater 2026 di Bali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sebanyak 78 Atlet Dunia Bersaing di CMAS World Championship Underwater 2026 di Bali
Foto: (Sumber :Pembukaan gelaran CMAS World Championship Underwater 2026 yang berlangsung di Kawasan Birock, Wilayah Konservasi Agung Prana Reef, Buleleng, Bali, Selasa (6/10/2026). (ANTARA/HO-PB POSSI).)

Pantau - Sebanyak 78 atlet selam dari berbagai negara bersaing dalam CMAS World Championship Underwater 2026 yang digelar di Kawasan Birock, Wilayah Konservasi Agung Prana Reef, Buleleng, Bali.

Kejuaraan dunia tersebut mempertandingkan tujuh kategori foto bawah laut dan tiga kategori video dengan memanfaatkan kekayaan ekosistem laut Bali sebagai lokasi kompetisi.

Tujuh Kategori Foto dan Tiga Video Dipertandingkan

Tujuh kategori foto yang dipertandingkan terdiri atas fish, theme, close-up, wide angle (no diver), wide angle (with diver/model), creative, dan smart device.

Sementara itu, tiga kategori video yang dilombakan meliputi creative movie, theme movie, dan 60 second video.

Ketua Umum PB POSSI Komjen Pol. Makhruzi Rahman mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi foto dan video bawah laut, tetapi juga memperkenalkan kebudayaan serta kearifan lokal Bali kepada peserta.

"Kejuaraan Dunia ini bukan sekedar lomba foto dan video di bawah laut saja, namun lebih dari itu. Para peserta akan merasakan pengalaman yang berbeda dengan penyelenggaraan di negara lain, karena selain mengikuti kejuaraan, peserta juga akan disuguhkan pagelaran seni kebudayaan serta kearifan lokal khas Bali, serta keterlibatan dalam restorasi dan rehabilitasi terumbu karang," kata Makhruzi.

Kejuaraan Diharapkan Dongkrak Pariwisata Buleleng

Makhruzi berharap penyelenggaraan CMAS World Championship Underwater 2026 dapat meningkatkan popularitas Desa Pemuteran sebagai salah satu destinasi wisata selam di Bali.

Turnamen tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan itu setelah kejuaraan berakhir.

Selain memperkuat Desa Pemuteran sebagai destinasi penyelaman alternatif di Bali, penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

PB POSSI juga berharap sektor industri pariwisata dan UMKM setempat memperoleh manfaat signifikan dari kehadiran atlet serta peserta internasional dalam kejuaraan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026