
Pantau - PP PBSI mulai mengantisipasi perubahan peta persaingan bulu tangkis dunia menyusul penerapan sistem skor baru 15 poin yang dijadwalkan berlaku mulai 4 Januari 2027.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan perubahan sistem skor berpotensi memengaruhi pola permainan para pebulu tangkis, terutama pada periode awal ketika pemain dan pelatih masih menjalani proses adaptasi.
Eng Hian berkaca pada pengalaman perubahan sistem sebelumnya saat bulu tangkis beralih dari sistem 15 poin menjadi 21 poin.
Menurut dia, perubahan tersebut sempat menggeser peta persaingan pada periode awal sehingga kondisi serupa perlu diantisipasi PBSI.
"Kalau berdasarkan perubahan sistem sebelumnya, dari 15 poin ke 21 poin, peta persaingan itu bergeser di awal. Ini yang kami antisipasi," kata Eng Hian di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
PBSI Cari Pola Latihan dan Strategi Baru
BWF telah mengesahkan sistem pertandingan tiga gim dengan setiap gim dimainkan hingga mencapai 15 poin.
Format tiga gim 15 poin tersebut akan menggantikan sistem pertandingan yang selama ini menggunakan 21 poin dalam setiap gim.
PBSI menilai perlu mencari bentuk latihan dan strategi yang paling sesuai untuk menghadapi perubahan sistem pertandingan tersebut.
Penyesuaian program tidak dapat diterapkan secara seragam karena setiap sektor bulu tangkis memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda.
PBSI bersama jajaran pelatih masih akan mempelajari aspek permainan yang perlu mendapatkan fokus lebih besar ketika sistem 15 poin mulai diterapkan.
"Tentunya kami harus bisa beradaptasi. Bagaimana kami mengadaptasi dengan sistem 15 poin ini? Apa yang harus lebih difokuskan? Kami juga sama-sama belum tahu karena tiap sektor pasti berbeda-beda kebutuhannya," ungkap Eng Hian.
Akurasi Pukulan Jadi Semakin Penting
Salah satu perubahan yang diperkirakan paling terasa dari penerapan sistem 15 poin adalah durasi pertandingan yang menjadi lebih cepat.
Jumlah poin yang lebih sedikit dalam setiap gim membuat setiap poin memiliki pengaruh semakin besar terhadap hasil pertandingan.
Kondisi tersebut membuat pemain perlu meningkatkan akurasi pukulan sekaligus mengurangi kesalahan sendiri selama pertandingan.
"Kalau dilihat secara global, sistem 15 poin tentu akan lebih cepat. Kemudian akurasi pukulan harus lebih ditingkatkan lagi. Karena pada saat terjadi kesalahan atau mati, perolehan poin akan semakin pendek," jelas Eng Hian.
Eng Hian memperkirakan peta persaingan bulu tangkis dunia pada periode awal penerapan sistem baru akan menjadi lebih sulit diprediksi.
Ketidakpastian tersebut terjadi karena pemain dan pelatih dari berbagai negara sama-sama harus beradaptasi dengan format pertandingan baru.
PBSI akan memanfaatkan periode awal penerapan sistem 15 poin untuk terus mengevaluasi program latihan para atlet.
Hasil evaluasi tersebut akan digunakan untuk menyesuaikan persiapan pemain sebelum memasuki periode kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Olimpiade Los Angeles 2028 menjadi sasaran utama PBSI dalam mempersiapkan dan menyesuaikan program atlet setelah sistem skor 15 poin mulai diterapkan.
- Penulis :
- Shila Glorya




