HOME  ⁄  Olahraga

Indonesia Andalkan Bulu Tangkis, Atletik, dan Boccia untuk Raih 7 Emas di Asian Para Games 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Andalkan Bulu Tangkis, Atletik, dan Boccia untuk Raih 7 Emas di Asian Para Games 2026
Foto: (Sumber :Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kanan) bersama Chef De Mission (CdM) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Reda Manthovani (ketiga kiri) dan Ketua NPC Indonesia Senny Marbun (kedua kanan) mengibarkan bendera merah putih saat acara Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Seni (12/10/2026).)

Pantau - Kontingen Indonesia mengandalkan cabang olahraga bulu tangkis, atletik, dan boccia untuk memenuhi target tujuh medali emas, delapan perak, serta 17 perunggu pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026.

Ketua Kontingen atau Chief de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani menyatakan optimistis para atlet mampu mencapai target medali setelah menjalani persiapan dan pemusatan latihan.

Reda menyampaikan hal tersebut di Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026), menjelang keberangkatan kontingen Indonesia menuju Jepang.

"Andalan kita buku tangkis, boccia, dan atletik. Mudah-mudahan bisa mencapai target karena selama pelatihan sudah sesuai dan kami yakin dapat memenuhi harapan itu," katanya.

Indonesia Kirim 103 Atlet dari 12 Cabang Olahraga

Indonesia menyiapkan 103 atlet untuk bertanding pada 12 cabang olahraga dalam Asian Para Games 2026.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia berjumlah 219 orang, termasuk atlet, pelatih, dan ofisial.

Para atlet dijadwalkan mengikuti pertandingan di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18 hingga 24 Oktober 2026.

Target tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu menjadi sasaran perolehan medali yang ditetapkan kontingen Indonesia.

Reda menilai persiapan yang telah dijalani para atlet menjadi modal untuk bersaing dengan peserta dari negara-negara Asia lainnya.

Cabang bulu tangkis, atletik, dan boccia menjadi tumpuan utama dalam upaya mencapai target tersebut.

Sebanyak 34 Atlet Jawa Tengah Perkuat Kontingen Indonesia

Dari total 219 anggota kontingen Indonesia, sebanyak 50 orang berasal dari Jawa Tengah.

Jumlah tersebut terdiri atas 34 atlet disabilitas dan 16 pelatih serta ofisial.

Para perwakilan Jawa Tengah sebelumnya telah mengikuti kegiatan pelepasan yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari kontribusi Jawa Tengah dalam memperkuat kontingen nasional pada Asian Para Games 2026.

Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh atlet dan ofisial asal Jawa Tengah berjuang memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

Ia juga berharap para atlet mampu kembali menyumbangkan medali dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Atlet Berjuang Pantang Menyerah

Ahmad Luthfi yang juga menyandang predikat Bapak Disabilitas Jawa Tengah menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi para atlet paralimpik.

Menurutnya, capaian atlet disabilitas selama ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia.

Luthfi berpesan agar para atlet menunjukkan semangat juang, kegigihan, serta sikap pantang menyerah selama mengikuti pertandingan.

Ia juga meminta para pelatih dan ofisial memberikan dukungan maksimal kepada atlet selama menjalani kompetisi.

Selain mengejar prestasi, para atlet diharapkan mampu menunjukkan karakter positif masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia di tingkat internasional.

Kontingen Indonesia sebelumnya mengikuti pengukuhan dan pelepasan resmi di Balai Kota Solo pada Senin (12/10/2026), yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama jajaran National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Dengan persiapan tersebut, Indonesia menargetkan total 32 medali dari Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026