
Pantau - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan 115 poin setelah finis keenam pada Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).
Pembalap Honda Team Asia berusia 17 tahun tersebut mengamankan 10 poin tambahan setelah memulai balapan dari posisi ketujuh pada seri ke-17 Moto3 musim ini.
Hasil tersebut menempatkan Veda sebagai satu-satunya pembalap pengguna motor Honda yang berada di sepuluh besar klasemen sementara.
Penampilan di Mandalika sekaligus melanjutkan pencapaian Veda pada musim debutnya, termasuk keberhasilan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix.
Veda Ega Finis Keenam di Mandalika dan Amankan 10 Poin
Veda Ega Pratama tampil kompetitif saat menjalani balapan kandang pada Grand Prix Indonesia 2026.
Memulai perlombaan dari posisi ketujuh, Veda mampu mempertahankan persaingan dan menyelesaikan balapan di urutan keenam.
Ia menuntaskan perlombaan tanpa mengalami insiden maupun kehilangan banyak posisi dari urutan awal.
Selepas melewati garis finis, Veda membentangkan bendera Merah Putih di atas motornya sebagai bentuk perayaan atas penampilannya di hadapan publik Indonesia.
Tambahan 10 poin dari Mandalika membuat koleksi poinnya meningkat menjadi 115 sekaligus menempatkannya di posisi ketujuh klasemen sementara.
Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Veda dalam menjalani musim pertamanya di kejuaraan dunia Moto3.
Podium di Brasil Jadi Sejarah bagi Pembalap Indonesia
Perjalanan Veda di Moto3 2026 dimulai dengan penampilan menjanjikan pada seri pembuka di Buriram, Thailand, pada 1 Maret.
Saat itu, ia memulai balapan dari posisi kelima dan sempat berada di urutan ketiga selama beberapa putaran sebelum menyelesaikan perlombaan di posisi kelima.
Tiga pekan kemudian, Veda mencatatkan sejarah ketika finis ketiga pada Grand Prix Brasil di Goiania.
Hasil tersebut menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium dalam ajang Grand Prix.
Performa positif berlanjut pada Grand Prix Prancis di Le Mans pada Mei ketika Veda finis keempat.
Pencapaian tersebut sempat membawanya ke peringkat kelima klasemen sementara Moto3.
Pada saat itu, Veda juga menjadi satu-satunya pembalap asal Asia Tenggara yang berada di lima besar klasemen.
Hasil dari lima seri pertama bahkan melampaui target awalnya yang hanya berfokus mengumpulkan poin sebanyak mungkin sepanjang musim debut.
Kemampuan Menyalip Jadi Salah Satu Kekuatan Veda
Sepanjang paruh pertama musim Moto3 2026, Veda menunjukkan kemampuan meningkatkan posisi saat balapan meskipun tidak selalu memperoleh hasil kualifikasi terbaik.
Pada Grand Prix Spanyol di Jerez, ia memulai balapan dari posisi ke-17 sebelum menyalip 11 pembalap untuk finis keenam.
Penampilan serupa terlihat di Sachsenring, Jerman, ketika Veda berhasil naik lima posisi dari urutan start ke-13.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa kecepatan Veda selama perlombaan kerap lebih baik dibandingkan hasil satu putaran pada sesi kualifikasi.
Kemampuan menyalip menjadi salah satu faktor yang membantunya mengumpulkan poin dalam persaingan Moto3.
Namun, Veda juga menghadapi tantangan ketika bersaing dengan kelompok pembalap terdepan.
Pada Grand Prix Amerika Serikat di Austin, ia terjatuh di tikungan ke-11 saat berusaha mengejar rombongan depan.
Sementara itu, pada balapan di Assen, Belanda, Veda sempat memimpin perlombaan sebelum kehilangan posisi dan terjatuh di tikungan keempat.
Lima Seri Tersisa Jadi Kesempatan Veda Menutup Musim Debut
Dengan lima seri tersisa setelah Grand Prix Indonesia, Veda masih memiliki kesempatan untuk menambah perolehan poin dan memperbaiki posisinya di klasemen Moto3 2026.
Hasil di Mandalika menjadi tambahan penting setelah perjalanan musim debutnya diwarnai podium, persaingan di barisan depan, dan sejumlah insiden.
Konsistensi dalam menyelesaikan balapan serta kemampuan mempertahankan posisi menjadi aspek penting dalam menghadapi sisa musim.
Performa Veda pada balapan berikutnya juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Honda Team Asia dalam menentukan langkah pengembangan pembalap Indonesia tersebut menuju musim 2027.
- Penulis :
- Aditya Yohan




