
Pantau - Kontingen Indonesia berhasil menambah dua medali perunggu dari cabang olahraga para balap sepeda melalui Sufyan Saori dan Vanza Mifthahul Jannah pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang, Senin, 19 Oktober 2026.
Kedua atlet Indonesia tersebut meraih medali perunggu pada nomor pertandingan berbeda yang digelar di Izu Velodrome, Shizuoka, Jepang.
Sufyan Saori menyumbangkan medali perunggu dari nomor uji waktu 1.000 meter putra klasifikasi C4-5 setelah menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 8,166 detik.
Sementara itu, Vanza Mifthahul Jannah meraih medali perunggu pada nomor individual pursuit 4.000 meter putri klasifikasi B setelah mencatatkan waktu 5 menit 12,949 detik dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Keberhasilan keduanya menambah perolehan medali Indonesia dari cabang para balap sepeda dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
Selain Sufyan dan Vanza, dua atlet Indonesia lainnya, Tifan Abid Alana dan Nur Fendi, juga tampil dalam pertandingan hari itu, tetapi harus mengakhiri perlombaan di posisi keempat pada nomor masing-masing.
Sufyan Saori Raih Perunggu Setelah Pertajam Catatan Waktu di Final
Sufyan Saori tampil pada nomor Men's C4-5 1000 Meter Time Trial atau uji waktu 1.000 meter putra klasifikasi C4-5.
Pada babak final, Sufyan berhasil menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 8,166 detik sekaligus memastikan medali perunggu bagi Indonesia.
Medali emas pada nomor tersebut diraih atlet Malaysia, Zuhairie Ahmad Tarmiziz, yang membukukan waktu tercepat 1 menit 5,361 detik.
Sementara itu, medali perak menjadi milik atlet Thailand, Jaturong Niwanti, setelah mencatatkan waktu 1 menit 7,206 detik.
Berdasarkan hasil pertandingan, Sufyan terpaut 2,805 detik dari Zuhairie Ahmad Tarmiziz yang menempati posisi pertama.
Atlet Indonesia tersebut juga hanya tertinggal 0,960 detik dari Jaturong Niwanti yang berhasil mengamankan medali perak.
Sebelum tampil pada babak final, Sufyan telah menunjukkan hasil yang konsisten dengan menempati peringkat ketiga pada babak kualifikasi.
Dalam babak kualifikasi, Sufyan mencatatkan waktu 1 menit 8,373 detik sebelum memperbaiki penampilannya pada pertandingan final.
Catatan waktu Sufyan meningkat sebesar 0,207 detik pada babak final sehingga ia berhasil mempertahankan posisi ketiga sekaligus membawa pulang medali perunggu.
Vanza Mifthahul Jannah Kalahkan Atlet Kazakhstan dalam Perebutan Perunggu
Medali perunggu kedua Indonesia dari cabang para balap sepeda dipersembahkan oleh Vanza Mifthahul Jannah pada nomor Women's B 4000 Meter Individual Pursuit.
Vanza memastikan tempat di podium setelah mengalahkan atlet Kazakhstan, Zhuldyz Zakhra, dalam pertandingan perebutan medali perunggu.
Pada pertandingan tersebut, Vanza menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 5 menit 12,949 detik.
Sebelumnya, Vanza berhasil menempati peringkat ketiga pada babak kualifikasi setelah membukukan waktu 5 menit 5,314 detik.
Hasil tersebut mengantarkan Vanza ke pertandingan perebutan medali perunggu melawan wakil Kazakhstan.
Meski catatan waktunya pada babak final lebih lambat 7,635 detik dibandingkan hasil kualifikasi, Vanza tetap berhasil memenangkan pertandingan perebutan posisi ketiga.
Kemenangan tersebut memastikan Vanza menjadi atlet Indonesia kedua yang menyumbangkan medali perunggu dari cabang para balap sepeda pada pertandingan Senin.
Tifan Abid Alana Gagal Raih Perunggu, Terpaut 0,622 Detik dari Atlet Malaysia
Sementara itu, atlet Indonesia lainnya, Tifan Abid Alana, harus mengakhiri pertandingan di posisi keempat pada nomor Men's C1-2 3000 Meter Individual Pursuit.
Tifan sebelumnya berhasil menempati peringkat keempat pada babak kualifikasi dengan catatan waktu 3 menit 53,340 detik.
Hasil tersebut membawa Tifan ke pertandingan perebutan medali perunggu menghadapi atlet Malaysia, Mohamad Yusof Hafizi Shaharuddin.
Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, Tifan mencatatkan waktu 3 menit 53,552 detik.
Sementara itu, Mohamad Yusof Hafizi Shaharuddin tampil lebih cepat dengan catatan waktu 3 menit 52,930 detik.
Selisih waktu kedua atlet hanya mencapai 0,622 detik, tetapi hasil tersebut membuat Tifan harus mengakui keunggulan wakil Malaysia.
Tifan akhirnya menempati posisi keempat dan belum berhasil menambah perolehan medali Indonesia dari nomor tersebut.
Nur Fendi Tempati Posisi Keempat Usai Kalah dari Wakil Kazakhstan
Atlet para balap sepeda Indonesia, Nur Fendi, juga belum berhasil meraih medali setelah tampil pada nomor Men's B 4000 Meter Individual Pursuit.
Pada babak kualifikasi, Nur Fendi menempati posisi keempat dengan catatan waktu 4 menit 38,546 detik.
Hasil tersebut membawanya ke pertandingan perebutan medali perunggu menghadapi atlet Kazakhstan, Kirill Ilyukevich.
Dalam pertandingan final perebutan tempat ketiga, Nur Fendi menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 4 menit 46,683 detik.
Sementara itu, Kirill Ilyukevich berhasil mencatatkan waktu lebih cepat, yakni 4 menit 40,035 detik.
Nur Fendi tertinggal 6,648 detik dari wakil Kazakhstan sehingga harus mengakhiri pertandingan di posisi keempat.
Hasil tersebut membuat Nur Fendi belum berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia meskipun telah mencapai pertandingan perebutan tempat ketiga.
Indonesia Tambah Dua Medali Perunggu dari Para Balap Sepeda
Dari empat atlet Indonesia yang tampil pada nomor para balap sepeda tersebut, Sufyan Saori dan Vanza Mifthahul Jannah berhasil mengamankan dua medali perunggu.
Sufyan meraih medali dari nomor uji waktu 1.000 meter putra klasifikasi C4-5 dengan catatan waktu 1 menit 8,166 detik.
Sementara itu, Vanza menyumbangkan medali melalui nomor individual pursuit 4.000 meter putri klasifikasi B setelah mengalahkan atlet Kazakhstan dalam pertandingan perebutan perunggu.
Dua atlet lainnya, Tifan Abid Alana dan Nur Fendi, sama-sama mencapai pertandingan perebutan medali perunggu, tetapi harus mengakui keunggulan lawan masing-masing.
Tifan kalah tipis dari wakil Malaysia dengan selisih 0,622 detik, sedangkan Nur Fendi tertinggal 6,648 detik dari atlet Kazakhstan.
Dengan hasil tersebut, cabang olahraga para balap sepeda menyumbangkan dua medali perunggu tambahan bagi kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
- Penulis :
- Arian Mesa




